Rabu, 17 Agustus 2022

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA — Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya yang mantan Panglima TNI, Jendral Purn Gatot Nurmantyo, tentang adanya pendukung PKI yang menyusup ke institusi TNI.

Dudung pun menegaskan, apa yang disampaikan oleh Gatot sepenuhnya tidak benar. Apalagi perihal adanya penyusup paham komunis di dalam tubuh TNI yang dilontarkan hanya karena melihat patung almarhum Soeharto, almarhum Jendral Besar AH.Nasution dan Letjen Sarwo Edhi Wibowo, tak ada lagi di tempatnya.

“Tidak benar tudingan bahwa karena patung diorama itu sudah tidak ada di Museum Dharma Bakti Kostrad, diindikasikan bahwa TNI AD telah disusupi oleh PKI. Itu tudingan yang keji terhadap kami,” kata Dudung dalam siaran pers yang diterima, Selasa (27/9/2021).

Menurutnya, Gatot selaku senior dirinya di TNI, idealnya terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepadanya, selaku Panglima Kostrad. “Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa,” tegasnya.

Dudung menjelaskan, patung tiga tokoh memang sebelumnya ada di dalam museum tersebut. Patung tersebut dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI AY Nasution (2011-2012). Namun, patung tersebut telah diambil oleh penggagasnya, Letjen AY Nasution yang meminta izin kepada dirinya selaku Panglima Kostrad saat ini.

Baca Juga :  Letjend Eko Margiyono Jabat Kasum TNI, Mayjend Dudung Naik Pangkat Jadi Panglima Kostrad

Dudung mengaku menghargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. “Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” katanya.

Jika penarikan tiga patung itu kemudian disimpulkan bahwa TNI AD, khususnya Kostrad, telah melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI tahun 1965, Dudung menegaskan bahwa hal itu sama sekali tidak benar dan tak berdasar alias tuduhan belaka.

Pasalnya, ia dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu.

Lebih lanjut perihal foto-foto peristiwa serta barang-barang milik Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto saat peristiwa 1965 itu masih tersimpan dengan baik di museum tersebut. Hal ini sebagai pembelajaran agar bangsa ini tidak melupakan peristiwa pemberontakan PKI dan terbunuhnya pimpinan TNI AD serta Kapten Piere Tendean.

“Demikian penjelasan kami agar bisa dipahami dan tidak menimbulkan prasangka buruk terhadap kami sebagai pribadi, intitusi Kostrad, maupun institusi TNI AD,” kata mantan Gubernur Akademi Militer dan Panglima Kodam Jaya tersebut. (*/CP)

Latest news

Baca Juga :  Letjend Eko Margiyono Jabat Kasum TNI, Mayjend Dudung Naik Pangkat Jadi Panglima Kostrad

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

Upaya Penguatan Kinerja, Kapolri Kembali Mutasi Ratusan Perwira

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak struktur di Korps Bhayangkara. Setidaknya, ada 452 anggota yang dirotasi dari jabatannya, mulai dari tingkat Kepala...

Komandan Pasukan Elite TNI AU, Kopasgat, Dijabat Taspin Hasan

BANDUNG -- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan satuan elite Komando Pasukan Gerak Cepat...

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here