Selasa, 26 Oktober 2021

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA — Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya yang mantan Panglima TNI, Jendral Purn Gatot Nurmantyo, tentang adanya pendukung PKI yang menyusup ke institusi TNI.

Dudung pun menegaskan, apa yang disampaikan oleh Gatot sepenuhnya tidak benar. Apalagi perihal adanya penyusup paham komunis di dalam tubuh TNI yang dilontarkan hanya karena melihat patung almarhum Soeharto, almarhum Jendral Besar AH.Nasution dan Letjen Sarwo Edhi Wibowo, tak ada lagi di tempatnya.

“Tidak benar tudingan bahwa karena patung diorama itu sudah tidak ada di Museum Dharma Bakti Kostrad, diindikasikan bahwa TNI AD telah disusupi oleh PKI. Itu tudingan yang keji terhadap kami,” kata Dudung dalam siaran pers yang diterima, Selasa (27/9/2021).

Menurutnya, Gatot selaku senior dirinya di TNI, idealnya terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepadanya, selaku Panglima Kostrad. “Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa,” tegasnya.

Dudung menjelaskan, patung tiga tokoh memang sebelumnya ada di dalam museum tersebut. Patung tersebut dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI AY Nasution (2011-2012). Namun, patung tersebut telah diambil oleh penggagasnya, Letjen AY Nasution yang meminta izin kepada dirinya selaku Panglima Kostrad saat ini.

Baca Juga :  Kepala Suku Jadi Aktor Kerusuhan di Yahukimo Dibekuk Polisi

Dudung mengaku menghargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. “Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” katanya.

Jika penarikan tiga patung itu kemudian disimpulkan bahwa TNI AD, khususnya Kostrad, telah melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI tahun 1965, Dudung menegaskan bahwa hal itu sama sekali tidak benar dan tak berdasar alias tuduhan belaka.

Pasalnya, ia dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu.

Lebih lanjut perihal foto-foto peristiwa serta barang-barang milik Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto saat peristiwa 1965 itu masih tersimpan dengan baik di museum tersebut. Hal ini sebagai pembelajaran agar bangsa ini tidak melupakan peristiwa pemberontakan PKI dan terbunuhnya pimpinan TNI AD serta Kapten Piere Tendean.

“Demikian penjelasan kami agar bisa dipahami dan tidak menimbulkan prasangka buruk terhadap kami sebagai pribadi, intitusi Kostrad, maupun institusi TNI AD,” kata mantan Gubernur Akademi Militer dan Panglima Kodam Jaya tersebut. (*/CP)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Hasil Audit BPKP, Ada Kelebihan Bayar Rp 74 Miliar Dalam Pengadaan Bansos Covid-19 di Jabodetabek

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...

LAKSI Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Rumah Dp 0%

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan perumahan DP 0 persen di kawasan Munjul, Jakarta Timur,...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here