Selasa, 26 Oktober 2021

Jualan Isu PKI Setiap September, Jendral Kopassus Kritik dan Marahi Gatot Nurmantyo

JAKARTA – Setiap akhir bulan September sejak pensiun dari dinas militer, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo selalu jualan isu PKI atau Partai Komunis Indonesia yang berdampak munculnya kegaduhan publik. Kelakuan Gatot ini pun mendapat kritikan dari mantan Komandan Jenderal Kopasus Jenderal (Purn) Agum Gumelar.

Dia menilai pernyataan Gatot terlalu terburu-buru dan hanya menimbukan kegaduhan belaka. “Ini terlalu gopoh (terburu-buru), saudara Gatot Nurmantyo,” kata Agum yang juga merupakan Ketua Umum Warakawuri dan TNI-Polri (Pepabri) dalam sebuah talkshow di stasiun TV nasional, Selasa (28/9/2021).

Eks Menko Polhukam di era mendiang Presiden KH Abdurrahman Wahid ini pun meminta agar Gatot tidak membuat statement yang terlalu bombastis dan menimbulkan kegaduhan. “Padahal hal yang harus kita hindari adalah kegaduhan-kegaduhan,” katanya.

Agum menegaskan, tidak mungkin TNI disusupi unsur-unsur komunis atau PKI seperti yang dikatakan Gatot. Dia menyatakan seorang prajurit TNI baik yang masih aktif maupun purnawirawan memegang teguh sumpah Sapta Marga.

Dalam butir pertama sapta marga, prajurit berjanji untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersendikan Pancasila.

Di marga kedua dalam Sapta Marga, lanjut Agum, prajurit berjanji sebagai patriot Indonesia pendukung dan pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tak mengenal lelah.

Baca Juga :  Pemkot Makassar Kolaborasi Bareng Kemenparekraf untuk Gelar Kegiatan Pariwisata

Karena itu, Agum yang pernah menjabat Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional itu yakin tidak mungkin TNI disusupi oleh kekuatan apapun yang hendak mengganti ideologi negara.

“Jadi kalau ada kekuatan dari manapun datangnya itu, radikal yang ingin mengganti NKRI dan Pancasila itu adalah musuh negara, tidak mungkin anggota TNI akan termakan susupan seperti ini,” paparnya.

Secara terpisah, eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengecam tudingan Gatot Nurmantyo soal TNI disusupi PKI buntut raibnya patung diorama G30S/PKI dari museum Kostrad.

Ferdinand menilai tudingan Gatot itu merupakan serangan personal terhadap Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman. Alasannya, menurut dia, Dudung adalah penghalang bagi kaum radikalis untuk berkembang di NKRI.

Selain itu, tuduhan Gatot juga dinilai sebagai respons atas pernyataan Dudung soal semua agama itu benar di mata Tuhan.

“Tudingan, TNI tersusupi PKI itu saya maknai sebagai serangan personal kepada Letjen Dudung yang memang keras, tegas terhadap kaum radikalis dan terkait pernyataan beliau tentang semua agama benar,” tulisnya di akun Twitter @FerdinandHaean3.

Menurut Ferdinand, upaya penjegalan Dudung ini berkaitan dengan potensinya menduduki jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD). “Dudung yang potensial jadi KASAD dan benteng Pancasila ingin dihabisi dengan cara fitnah,” imbuhnya. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  KPK Pastikan Bekuk Pejabat Negara Pelanggar Rambu Penegakan Hukum

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...

LAKSI Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Rumah Dp 0%

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan perumahan DP 0 persen di kawasan Munjul, Jakarta Timur,...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here