Presiden Sahkan UU PPRT, Dorong Perlindungan Nyata Pekerja

Kabarindo24jam.com | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam setahun terakhir berfokus pada perlindungan seluruh rakyat, terutama kalangan pekerja. Ia juga mengajak semua elemen menjaga nilai kejujuran dan kerja keras sebagai fondasi membangun bangsa yang berkeadilan.

Dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026), Presiden turut menyampaikan apresiasi terhadap para pekerja. Menurut dia, setiap individu yang mencari nafkah secara jujur dan halal adalah sosok mulia yang berjuang demi keluarga dan kehidupan yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Presiden Prabowo mengumumkan pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), yang menjadi tonggak penting dalam sejarah ketenagakerjaan nasional. Ia menyebut regulasi ini sebagai hasil perjuangan panjang selama lebih dari dua dekade untuk menghadirkan kepastian hukum bagi pekerja rumah tangga.
“Hari ini saya bisa melaporkan kepada saudara-saudara bahwa kita telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kalau tidak salah ini adalah perjuangan lama, perjuangan 22 tahun. Bahkan selama republik berdiri belum pernah ada undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga,” ujar Presiden.

Ia menjelaskan, selama ini pekerja rumah tangga kerap berada dalam posisi rentan tanpa kepastian terkait upah maupun hak dasar lainnya. Dengan disahkannya UU tersebut, pemerintah ingin memastikan adanya standar perlindungan yang jelas dan adil bagi para pekerja di sektor domestik.
“Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga belum pernah ada. Selama ini, pekerja-pekerja rumah tangga, entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang, pertama kali dalam sejarah NKRI, kita sahkan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga,” imbuhnya.

Pengakuan terhadap martabat pekerja, lanjut Presiden, menjadi landasan penting dalam kebijakan ini. Ia menilai para pekerja, petani, dan nelayan yang hidup sederhana justru menunjukkan kejujuran dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
“Saya menyadari, saya merasakan, dan saya menghormati perjuangan saudara-saudara. Seorang yang bekerja dengan badannya, dengan keringatnya, dengan tangannya, dia adalah seorang yang mulia,” ungkapnya. (Man*/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *