Serangan Udara AS Hantam Wilayah Bandar Abbas, Jembatan Kahurestan Dilaporkan Rusak, Dua Tewas

Kabarindo24jam.com | Bandar Abbas, Iran – Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara terbaru terhadap sejumlah sasaran di Iran pada Kamis, 16 Juli 2026, termasuk wilayah pesisir selatan yang strategis di sekitar Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan.

Salah satu infrastruktur yang dilaporkan terdampak adalah Jembatan Kahurestan (Jembatan Sungai Shur) yang berada di jalur penghubung Bandar Khamir–Bandar Abbas.

Bacaan Lainnya

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan operasi terbaru dimulai pada 16 Juli 2026 pukul 14.00 waktu Amerika Serikat bagian Timur (EDT) atau sekitar pukul 18.00 GMT. Serangan tersebut disebut Washington bertujuan untuk menekan kemampuan militer Iran, khususnya yang berkaitan dengan ancaman terhadap aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa salah satu sasaran serangan berada di kawasan Jembatan Kahurestan di dekat Bandar Abbas. Serangan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.Data tersebut masih berasal dari sumber Iran dan belum mendapat verifikasi independen dari pihak ketiga.

Selain kawasan jembatan, serangan terbaru juga dilaporkan mengenai beberapa titik lain di wilayah Iran selatan. Laporan yang dihimpun menyebut ledakan dan operasi militer terjadi di sekitar:
Bandar Abbas, pusat pelabuhan dan pangkalan strategis Iran di dekat Selat Hormuz.

Pulau Greater Tunb, yang disebut CENTCOM sebagai lokasi fasilitas pertahanan dan rudal Iran.
Beberapa kawasan pesisir dan fasilitas militer lainnya di selatan Iran.

Di Bandar Abbas, media Iran juga melaporkan sejumlah korban akibat serangan di lokasi berbeda, termasuk kawasan permukiman dan fasilitas transportasi. Namun jumlah keseluruhan korban dari seluruh rangkaian serangan masih berbeda antara sumber Iran dan laporan internasional, sehingga angka final belum dapat dipastikan.

Amerika Serikat menyatakan operasinya berkaitan dengan upaya menjaga kebebasan navigasi dan mengurangi ancaman terhadap kapal komersial.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *