Selasa, 26 Oktober 2021

Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar, 13 Orang Diciduk Tim Anti Teror di 4 Daerah

MAKASSAR — Tim Anti Teror Polri, Detasemen Khusus 88, bergerak cepat mengantisipasi pergerakan teroris pasca-bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Hasilnya, ada 13 terduga teroris yang berhasil ditangkap.

Ke-13 terduga teroris dalam satu jaringan itu ditangkap di empat lokasi berbeda di Makassar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jakarta, dan Kabupaten Bekasi, dengan rincian 4 ditangkap di Makassar, 5 di NTB, serta 2 di Jakarta dan 2 Kabupaten Bekasi.

Dalam jumpa pers di Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (29/3/2021), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, 4 orang ditangkap di wilayah Makassar berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan bom bunuh diri di Makassar.

“Ini pengembangan dari peristiwa bom yang terjadi kemarin. Hari ini, tim Densus 88 bersama Satuan Mabes dan Polda berhasil mengamankan 4 tersangka yang berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri , yaitu AS, SAS, MR, dan AA,” ujar Kapolri

Keempat terduga teroris ini merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang tergabung dalam forum kajian yang sama dengan pelaku bom bunuh diri di Makassar, L dan YSF. Forum tersebut bernama Kajian Villa Mutiara.

Di mana masing-masing memiliki peran untuk memberikan doktrin, kemudian mempersiapkan rencana jihad dan juga berperan membeli bahan peledak yang akan digunakan untuk digunakan sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri,” tutur Kapolri.

Baca Juga :  Gubernur, Walikota dan Bupati Berhati-Hatilah! Modus Korupsi Pemerintah Daerah sudah Dibidik KPK

Kemudian di wilayah NTB, Polisi menciduk 5 terduga teroris jaringan JAD lainnya. Empat ditangkap kemarin setelah kejadian bom bunuh diri di Makassar dan satu terduga teroris diamankan pada Senin ini.

Kapolri juga mengungkapkan, bahwa Densus 88 Polda Metro Jaya berhasil meringkus 2 terduga teroris di Jakarta dan 2 orang pasangan suami istri di Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Empat terduga teroris itu ialah ZA, HH, AJ, dan BS.

Kapolri Listyo yang didampingi Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, dari penangkapan ini, sejumlah bahan peledak dan 5 bom aktif jenis sumbu juga diamankan. Pihaknya menduga bom itu akan digunakan dalam waktu dekat.

“Dari hasil penangkapan dan penggeledahan di Bekasi dan Condet, ditemukan barang bukti antara lain lima bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan, kemudian 5 stoples besar yang di dalamnya berisi aseton, kemudian H2O2, HCL, sulfur dan flash powder serta termometer yang akan diolah jadi bahan peledak dan jumlahnya kurang lebih 4 kilo,” papar Sigit.

“Juga ditemukan peledak yang sudah jadi dengan jumlah 1,5 kilo. Saat ini mereka sudah kita amankan dan perannya masing-masing ada yang mau beli bahan, ada yang mengajarkan, ada yang juga membuat bom dan yang siap beraksi,” pungkasnya. (CP/ Husni/*)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Polisi Militer Tetapkan Empat Oknum Prajurit Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Wartawan

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here