Kamis, 17 Juni 2021

Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar, 13 Orang Diciduk Tim Anti Teror di 4 Daerah

MAKASSAR — Tim Anti Teror Polri, Detasemen Khusus 88, bergerak cepat mengantisipasi pergerakan teroris pasca-bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Hasilnya, ada 13 terduga teroris yang berhasil ditangkap.

Ke-13 terduga teroris dalam satu jaringan itu ditangkap di empat lokasi berbeda di Makassar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jakarta, dan Kabupaten Bekasi, dengan rincian 4 ditangkap di Makassar, 5 di NTB, serta 2 di Jakarta dan 2 Kabupaten Bekasi.

Dalam jumpa pers di Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (29/3/2021), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, 4 orang ditangkap di wilayah Makassar berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan bom bunuh diri di Makassar.

“Ini pengembangan dari peristiwa bom yang terjadi kemarin. Hari ini, tim Densus 88 bersama Satuan Mabes dan Polda berhasil mengamankan 4 tersangka yang berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri , yaitu AS, SAS, MR, dan AA,” ujar Kapolri

Keempat terduga teroris ini merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang tergabung dalam forum kajian yang sama dengan pelaku bom bunuh diri di Makassar, L dan YSF. Forum tersebut bernama Kajian Villa Mutiara.

Di mana masing-masing memiliki peran untuk memberikan doktrin, kemudian mempersiapkan rencana jihad dan juga berperan membeli bahan peledak yang akan digunakan untuk digunakan sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri,” tutur Kapolri.

Baca Juga :  Karir Politiknya di DPR Bukan di Tangan AHY, Jhoni Allen Melawan ke Pengadilan

Kemudian di wilayah NTB, Polisi menciduk 5 terduga teroris jaringan JAD lainnya. Empat ditangkap kemarin setelah kejadian bom bunuh diri di Makassar dan satu terduga teroris diamankan pada Senin ini.

Kapolri juga mengungkapkan, bahwa Densus 88 Polda Metro Jaya berhasil meringkus 2 terduga teroris di Jakarta dan 2 orang pasangan suami istri di Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Empat terduga teroris itu ialah ZA, HH, AJ, dan BS.

Kapolri Listyo yang didampingi Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, dari penangkapan ini, sejumlah bahan peledak dan 5 bom aktif jenis sumbu juga diamankan. Pihaknya menduga bom itu akan digunakan dalam waktu dekat.

“Dari hasil penangkapan dan penggeledahan di Bekasi dan Condet, ditemukan barang bukti antara lain lima bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan, kemudian 5 stoples besar yang di dalamnya berisi aseton, kemudian H2O2, HCL, sulfur dan flash powder serta termometer yang akan diolah jadi bahan peledak dan jumlahnya kurang lebih 4 kilo,” papar Sigit.

“Juga ditemukan peledak yang sudah jadi dengan jumlah 1,5 kilo. Saat ini mereka sudah kita amankan dan perannya masing-masing ada yang mau beli bahan, ada yang mengajarkan, ada yang juga membuat bom dan yang siap beraksi,” pungkasnya. (CP/ Husni/*)

- Advertisement -

Latest news

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...
Baca Juga :  Bupati Bogor Realisasikan Dana Rp 1 Miliar Satu Desa, Awas Jangan Diselewengkan!

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here