Kamis, 2 Desember 2021

Mahasiswa Pancasila Minta BNPT Lebih Masif Dalam Pencegahan Terorisme

BOGOR — Aksi Bom bunuh diri di gereja katedral Makassar pada Minggu pagi 28 Maret 2021, menuai kecaman sekaligus keprihatinan dari para ulama, tokoh politik dan kelompok masyarakat, termasuk Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kota Bogor.

“Kami mengecam dan mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Makassar. Itu perilaku tidak ber-ketuhanan.” Kata Ketua DPD Mapancas Kota Bogor Fatholloh Fawait dalam keterangan tertulisnya kepada kabarindo24jam, Senin malam

Sihol, sapaan akrab Fatholloh, pun menyampaikan duka yang mendalam atas aksi bom bunuh diri tersebut dan meminta pemerintah untuk lebih aktif dan masif mencegah dan memberantas pelaku terorisme sampai ke akarnya.

Menurutnya, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pemerintah saat ini harus lebih siap dalam menyikapi aksi Terorisme. “Kami meminta pemerintah melalui BNPT lebih aktif dan masif melakukan tugasnya sebagaimana diatur dalam Perpres 46 tahun 2010.” ujarnya.

Upaya pencegahan, lanjut Sihol, harus lebih masif untuk menghindari terjadinya aksi teror ditempat yang lain. Apa yang terjadi di Gereja Katedral Makassar harus menjadi warning bagi semua pihak, khususnya BNPT, dalam upaya pencegahan.

Harapannya agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan masyarakat. “Kami percaya kolaborasi TNI, Polri dan BNPT bersama-sama masyarakat dapat mencegah terjadinya aksi teror ditempat yang lain. Kenyamanan dan keamanan beribadah harus terpenuhi,” katanya.

Baca Juga :  Jaksa Agung Geram, Janji Kasus Mega Korupsi Asabri Rp 23 Triliun Dituntaskan

Mapancas, tambah Sihol, siap bersama-sama unsur terkait untuk memberantas aksi aksi Terorisme dan ekstrimisme yang dapat memecah belah keutuhan NKRI. “Berangkat dari Pancasila, kami siap gotong royong memberantas aksi Terorisme,” pungkasnya.

PP Sumbar Menyesalkan

Secara terpisah, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Barat, Erick Hariyona sangat menyesalkan aksi bom bunuh diri karena bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

”Kami tentu sangat prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut, sebab kejadian yang dilakukan oleh teroris tersebut dapat memecah belah toleransi umat beragama di Indonesia,” ujar Erick.

Pihaknya meminta dengan kerendahan hati kepada semua pemuka tokoh agama agar bisa menahan diri. ”Apapun agamanya, kita mengimbau agar menciptakan suasana yang kondusif dan tidak takut dan merasa khawatir dengan tindakan teroris yang tidak bertanggungjawab ini,” imbuhnya.

“Sebagai anak bangsa kami siap menjadi garda terdepan dalam membantu TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan kenyamanan didalam toleransi antar umat beragama khususnya di Sumatera Barat,” ujarnya.

Erick juga menyampaikan generasi muda juga harus memperkokoh nilai agama dan kebangsaan. Pasalnya bisa saja paham radikal itu berada disekitar rumah atau lingkungan. (Husni / Cok)

Latest news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...
Baca Juga :  Krisis Moral Akibat Korupsi Meluas, Indonesia Butuh Konstribusi Akademisi dan Pakar

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

Bupati Bogor Janji Permudah Perizinan Setelah Ditegur Gubernur Jabar

BOGOR -- Bupati Bogor, Ade Yasin, berjanji akan mengawal kemudahan berinvestasi di wilayahnya, demi melakukan pemulihan ekonomi imbas dari pandemi COVID-19. Untuk itu, dia menginstruksikan...

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan...

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here