Jumat, 18 Juni 2021

Terlibat Kasus Korupsi Asabri Rp 23 Triliun, Kejaksaan Tahan Dua Pensiunan Jendral

JAKARTA — Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengurai alur kronologi kejahatan penggelapan uang milik BUMN PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang nilainya fantastis, sekira Rp 23 triliun lebih. Dalam kasus korupsi skala besar ini, Senin (1/2/2021) sore, Kejagung benar-benar membuktikan tidak kalah berani dari KPK, delapan orang penting ditetapkan sebagai tersangka. 

Kejagung pun bernyali besar, sebab dua orang dari delapan tersangka, adalah pensiunan jendral bintang tiga dan dua, yaitu mantan Dirut PT Asabri, Letjen (Purn) SW dan Mayjen (Purn) ARD. Kedua eks petinggi militer itu diduga berperan penting dalam memuluskan aksi korupsi dana Asabri.

“Ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Ebenezer Simanjuntak dalam keterangan persnya di kantor Kejagung, Jakarta. Selain SW dan ARD, tersangka lainnya ialah BE – mantan Direktur Keuangan Asabri; HS – Direktur Asabri; IWS – Kadiv Investasi PT Asabri; LP – Dirut PT Prima Jaringan; BT dan HH.

Leonard mengungkapkan peran delapan tersangka yang terbongkar setelah gelar perkara. “Mereka terlibat pembelian dan penukaran saham yang semua transaksinya itu semu,” katanya seraya menyebut kasus ini bermula ketika ARD bersepakat dengan BT untuk mengatur dan mengendalikan transaksi, investasi saham, dan reksadana Asabri. 

Aksi jahat itu terjadi dari 2012 sampai 2016. “Transaksi dan investasi saham dan reksadana Asabri dilakukan melalui BT dan pihak yang terafiliasi dengan BT dan LP yang merugikan Asabri dan menguntungkan BT, LP, dan pihak yang terafiliasi dengan BT,” jelasnya.

Tersangka kedua ialah SW – Dirut Asabri periode 2016 – 2020. SW melakukan tindakan melanggar hukum pada 2016 sampai 2019. SW diduga bersepakat dengan HH untuk mengatur dan mengendalikan transaksi, investasi saham, dan reksadana Asabri. “Transaksi dilakukan melalui HH, dan pihak yang berafiliasi dengan HH yang merugikan Asabri dan menguntungkan HH serta pihak terafiliasi dengan HH,” tuturnya.

Baca Juga :  Almer Faiq Terpilih Jadi Ketua Kadin, Walikota Bogor Berikan Dua Target

Tersangka ketiga, BE yang menjabat Direktur Keuangan Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014. Keempat, HS selaku Direktur Asabri masa jabatan 2013-2014 dan 2015-2019. BE dan HS sebagai penanggung jawab dalam perencanaan pengelolaan investasi dan keuangan serta menyetujui pengaturan dan pengendalian investasi saham dan reksadana Asabri. 

Transaksi itu dilakukan oleh tersangka BT dan HH tanpa melaui analisis fundamental dan analisis teknikal. “Yang merugikan merugikan Asabri dan menguntungkan BT dan HH,” ujar Leonard seraya menambahkan tersangka kelima, IWS selaku Kepala Divisi Investasi Asabri masa jabatan 2012 – 2017. Keenam, LP yang merupakan Dirut PT Prima.

Leonard memaparkan, tersangka pihak swasta LP, BT, dan HH berperan mengatur transaksi saham dan reksadana dalam portofolio milik Asabri. Tindak pidana dilakukan dengan cara memasukkan saham-saham milik LP, BT, dan HH dengan harga yang telah dimanipulasi menjadi portofolio milik Asabri.

“Dan mengendalikan transaksi serta investasi Asabri yang didasarkan atas kesepakatan dengan Asabri yang menguntungkan LP, BT, dan HH serta merugikan Asabri. Tersangka ketujuh dan delapan juga merupakan terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Yakni, BT dan HH,” tambahnya.

Sementara itu, dari pengamatan di Kejagung, selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, para tersangka yang mengenakan rompi merah muda khas tahanan Kejaksaan langsung dibawa petugas masuk ke dalam mobil tahanan. Mereka ditahan oleh penyidik untuk 20 hari ke depan.

Baca Juga :  Almer Faiq Terpilih Jadi Ketua Kadin, Walikota Bogor Berikan Dua Target

Leonard menyatakan kerugian atas dugaan korupsi PT Asabri ditaksir mencapai lebih dari Rp 23 triliun. Jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan secara internal tim penyidik. “Saat ini, kerugian uang negara sedang dihitung oleh pihak BPK. Namun tim penyidik sementara telah menghitung sebesar Rp 23.739.936.916.742,58,” pungkasnya. (CP/Arien)

- Advertisement -

Latest news

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here