Wujudkan Gerakan ASRI Presiden Prabowo, Pemkot Bogor Optimalisasi Penanganan Sampah

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Kota Hujan menjadi lokus penyelenggaraan pencanangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai Pelopor Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI), yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Sebanyak 700 peserta yang terdiri dari jajaran Kemendagri, Pemkot Bogor, organisasi profesi, organisasi masyarakat, pelajar, hingga buruh turun langsung melaksanakan aksi bersih-bersih untuk mendukung dan mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI pada Jumat (8/5/2026).

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, mengatakan bahwa sejak dicanangkannya Gerakan ASRI oleh Prabowo Subianto, Pemkot Bogor telah melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya menertibkan sampah visual, gerakan beberesih di masyarakat, serta optimalisasi pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya.

“Timbulan sampah Kota Bogor per hari berada di atas 1.000 ton. Oleh karena itu, arah kebijakan penanganan persampahan kami laksanakan bukan hanya dari hilir, tetapi juga dari hulu. Dari hulu, pemilahan sampah sudah dilakukan, paling tidak ada 230 bank sampah,” ucap Dedie dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (10/5/2026).

“Kemudian, kita sudah memiliki kurang lebih 16 TPS3R. Untuk urusan hilir, kami juga sudah mengajukan dua titik untuk PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,”sambung Wali Kota Dedie yang selama ini memang concern pada bidang lingkungan.

Menurut Dedie, satu titik sudah disetujui Pemerintah Pusat dan mampu menangani kurang lebih 1.500 ton sampah per hari. Lokasinya berada di lahan milik Pemkot Bogor, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan TNI Angkatan Darat di Galuga.

Sementara itu, Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal, mengatakan bahwa inisiatif ini dilaksanakan karena dalam menjalankan tugasnya Satpol PP memiliki kewenangan dalam penegakan perda. Sehingga, ia meminta Satpol PP sebagai pelopor Gerakan ASRI dapat melaksanakan tugas dengan pendekatan yang humanis dan persuasif, sehingga mampu membangkitkan partisipasi masyarakat.

Gerakan ASRI ini, tambah Safrizal, harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan serentak oleh seluruh daerah, tidak hanya di wilayah hilir, tetapi juga di kawasan hulu, sehingga pengendalian sampah dapat terus diperkuat melalui kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada lingkungan berkelanjutan.

“Kepada seluruh jajaran Satpol PP, kalian diberi mandat untuk menjadi champion, pelopor Gerakan Indonesia ASRI. Lakukan semua program kegiatan secara humanis dan penuh empati. Ajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi. Gerakan ini adalah gerakan oleh kita, dari kita, untuk kita,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh melalui aksi nyata menjaga lingkungan dan pelestarian alam dengan mengikuti kegiatan bersih-bersih. Aksi bersih-bersih di Danau Situ Gede ini juga mengingatkan semua pihak bahwa persoalan timbulan sampah tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga bersumber dari wilayah hulu sungai.

“Aliran-aliran sungai yang datang dari hulu, termasuk dari wilayah kabupaten, tentu juga harus kita dorong agar masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai,” kata Safrizal.

Ketua Pelaksana yang juga Direktur Pol PP dan Linmas Ditjen Bina Amwil Kemendagri, Sri Handoko Taruna, mengatakan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif aparatur negara serta masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan. (Man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *