Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim tak ingin berjalan sendiri dalam melakukan upaya penataan kota, pengelolaan pedagang kaki lima, serta kebersihan lingkungan di wilayahnya. Ia pun kemudian mengundang para tokoh masyarakat dan ulama dalam pertemuan khusus di Balai Kota Bogor (20/4/2026).
Pertemuan tersebut menghadirkan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah yang aktif di Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), majelis taklim, dan pondok pesantren. Para tokoh menyampaikan berbagai masukan yang berkaitan dengan penataan kota agar lingkungan lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi warga.
Dedie Rachim mengatakan masukan para tokoh masyarakat menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki kebijakan penataan kota. “Tadi juga para alim ulama menyampaikan saran dan pendapatnya terkait bagaimana penanganan PKL,” kata Wali Kota Dedie dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (22/4/2026).
Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa sejumlah tokoh juga mengusulkan penerapan sanksi tegas serta denda besar bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan untuk menjaga kebersihan lingkungan kota.
Pemerintah Kota Bogor menilai aspirasi tersebut dapat memperkuat langkah penataan pedagang kaki lima serta pengelolaan kebersihan di ruang publik. Dedie pun menegaskan dari para tokoh masyarakat dapat menjadi motivasi bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus memperbaiki pelayanan dan penataan kota.
Sementara itu, dalam ikhtiar menjaga wajah kota tetap tertata dan nyaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melaksanakan korve di kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (21/4/2026). Diawali dengan apel di depan Mako Satpol PP, korve dipimpin langsung oleh Wali Kota Dedie Rachim didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Denny Mulyadi.
Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim melakukan penertiban bekas lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menduduki jalur hijau, drainase, serta akses warga. Kepada para PKL yang berjualan, dirinya juga melakukan sosialisasi terkait rencana penataan kawasan tersebut.
“Rencana ke depan, kita akan membuat sebuah area khusus kuliner yang lokasinya di Jalan Kasintu. Ini merupakan aspirasi masyarakat sekitar Taman Heulang yang terganggu akibat aktivitas PKL. Kemudian, hal ini didiskusikan dengan Pemkot dan diputuskan bersama warga serta wilayah untuk membuat spot kuliner Kasintu,” ujarnya.
Pembangunan spot kuliner tersebut akan dilaksanakan oleh Disperumkim Kota Bogor pada tahun ini. Dedie Rachim menegaskan bahwa ke depan Pemkot Bogor akan terus konsisten melakukan penataan di berbagai wilayah di Kota Bogor. “Karena harapan masyarakat tinggi, ingin wilayahnya asri, aman, sehat, resik, dan indah,” imbuh Dedie. (Man)







