Dekatkan Pembeli dengan Pedagang, Wali Kota Bogor Ingin Bangun Pasar di Perbatasan Wilayah

Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim rupanya tengah mempertimbangkan rencana pembangunan pasar di wilayah perbatasan antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Rencana ini bakal dikonkretkan untuk memfasilitasi tingginya permintaan konsumen yang selama ini didominasi warga dari luar wilayah kota.

Wali Kota Dedie menyebut rencana tersebut muncul sebagai upaya untuk mendekatkan akses antara pembeli dan pedagang. Terlebih faktanya selama ini pusat perdagangan di tengah kota saat ini justru banyak didatangi oleh masyarakat yang berdomisili di wilayah kabupaten sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Kajian mengenai potensi pasar di perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten ini juga ditopang oleh pengakuan para pelaku usaha di lapangan. Berdasarkan hasil ‘ngobrol’ dengan pedagang di kawasan Jalan Pedati, Suryakencana, diketahui bahwa basis konsumen terbesar berasal dari wilayah penyangga.

“Karenanya, barangkali kita juga perlu memikirkan jangan-jangan kita perlu membangun juga pasar di perbatasan antara Kota Bogor dengan Ciawi misalnya, karena di sanalah demand-nya tinggi,” kata Dedie saat meninjau lokasi kawasan Suryakencana, Bogor Timur, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Bogor telah mengidentifikasi bahwa konsentrasi pasar yang saat ini menumpuk di area tengah dan timur menyebabkan warga dari arah Ciapus hingga Cihideung harus menempuh jarak jauh. “Karena semua pasar itu ada di wilayah Bogor Tengah ya, Bogor Timur,” ucap Dedie.

Sebagai solusi atas ketimpangan distribusi fasilitas publik tersebut, Dedie pun mengusulkan adanya titik-titik perdagangan alternatif di berbagai penjuru perbatasan kota.

“Jadinya, mungkin perlu juga nanti kita berikan alternatif-alternatif untuk kita bangun pasar di perbatasan-perbatasan, baik di Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Timur, dan Tanah Sareal,” ujarnya.

Namun realisasi pembangunan pasar di perbatasan ini dipastikan tidak akan berjalan instan karena memerlukan tahapan kajian yang mendalam. Selain itu, Pemkot Bogor saat ini tengah melakukan inventarisasi aset lahan yang tersedia untuk menentukan lokasi pembangunan yang tepat. “Ya harus lihat dulu ada enggak asetnya?” pungkas Dedie. (Man/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *