Kabarindo24jam.com | Cibinong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan segera menyiapkan materi pembelajaran berbasis digital memuat sejarah dan budaya lokal yang akan diterapkan bagi siswa SD dan SMP pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, Rabu (22/4/2026). Ia menyebutkan bahwa saat ini materi telah disiapkan dan memasuki tahap penyempuranaan, sebelum nantinya diterapkan di sekolah. “Materi sudah kita siapkan, nanti kita mulai di pelajaran baru,” kata dia.
Menurut Yudi, seluruh konten difokuskan pada sejarah dan seni budaya khas Bogor yang dikemas dalam format digital agar mudah diakses oleh siswa dan guru. “Semua sejarah dan budaya lokal, kita rangkum dalam bentuk digital materinya,” katanya.
Ia pun menegaskan bahwa, kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya dan identitas daerah sejak dini. “Sesuai arahan Bupati, kita akan masukkan muatan lokal untuk setingkat anak-anak SD hingga SMP,” jelasnya.
Untuk tahap awal, program tersebut akan diterapkan pada dua jenjang terlebih dahulu sebelum dikembangkan lebih lanjut. “Sementara kita fokus dulu untuk SD dan SMP, nanti ke depan bisa dikembangkan lagi,” ujar Yudi.
Sebelumnya, Pemkab Bogor juga bakal menggeber program revitalisasi cagar budaya pada 2026. Pemkab Bogor akan terlebih dulu membenahi bangunan bersejarah di SDN Gunung Putri yang nantinya menjadi ruang edukatif bagi masyarakat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya melestarikan sejarah sekaligus meningkatkan literasi generasi muda terhadap warisan budaya daerah. “Kita akan melakukan revitalisasi beberapa cagar budaya yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Rudy, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, SDN 2 Gunung Putri dipilih sebagai lokasi pertama setelah melalui proses survei. Kata Rudy, Pemkab Bogor akan membangun ruang kelas baru agar bangunan lama yang memiliki nilai sejarah dapat difungsikan kembali.
Setelah direvitalisasi, bangunan tersebut rencananya akan difungsikan sebagai perpustakaan atau ruang kantor yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah.
Karena itu, Rudy berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan siswa dan masyarakat sebagai sarana belajar sejarah secara langsung.
Tak hanya melakukan revitalisasi fisik, Pemkab Bogor juga akan memperkuat aspek edukasi dengan menyediakan informasi sejarah yang lebih lengkap dan ilmiah di setiap situs cagar budaya. “Kita ingin setiap situs memiliki penjelasan yang jelas, sehingga generasi ke depan memahami sejarah secara utuh dan benar,” katanya.
Ia menilai, selama ini masih banyak informasi sejarah yang simpang siur di masyarakat. Karena itu, pemerintah ingin menghadirkan narasi yang akurat dan berbasis kajian akademis. “Jangan sampai orang datang ke suatu tempat hanya berdasarkan cerita yang tidak jelas. Semua harus terjelaskan secara ilmiah dan akademis,” pungkasnya. (Cok).







