Kabarindo24jam.com | Cibinong – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor DR.Rusliandy mengungkap bahwa Satuan pendidikan, baik jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) terus menjadi target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Hal ini merupakan bentuk komitmen Bupati Rudy Susmanto dan pemerintah pusat dalam menuntaskan permasalahan sekolah rusak berat di Kabupaten Bogor. ”Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah intens memberikan bantuan revitalisasi bagi sekolah berkategori rusak berat di Kabupaten Bogor, baik untuk jenjang SD maupun SMP,” ujar Rusliandy dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, kini terdapat 70 satuan pendidikan di Kabupaten Bogor yang menerima bantuan revitalisasi dengan nilai anggaran dari APBN sebesar Rp98 miliar pada tahun 2026. “Sementara tahun lalu, kurang lebih 50 SD dan lebih dari 20 SMP mendapatkan revitalisasi melalui anggaran APBN sebesar Rp98 miliar,” ujarnya.
Pada tahun ini, sambung mantan Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor ini, sekolah-sekolah di wilayah Bumi Tegar Beriman kembali mendapatkan bantuan serupa secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat baru 10 SMP dan 15 SD yang mendapatkan peningkatan sarana prasarana melalui program revitalisasi tersebut.
Tak cuma itu, Rusliandy juga memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengalami rusak berat masih memiliki kesempatan untuk menerima bantuan dari pemerintah pusat. ”Sekarang kan masih bulan Mei, menyusul Juni dan Juli. Penerima bantuan bisa diajukan melalui melalui dana APBN di Kementerian,” jelasnya.
Adapun penentuan prioritas didasarkan pada data kerusakan yang tercantum dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan), mulai dari kondisi ruang kelas yang rusak sedang hingga berat. Biasanya, prioritas utama adalah sekolah dengan kategori rusak berat.
Sebelumnya pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Cibinong, Senin (4/5/2026), Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan kembali bahwa Hardiknas menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menegaskan arah pembenahan sektor pendidikan.
Bupati Rudy menilai bahwa perbaikan kualitas bangsa tidak bisa dilepaskan dari upaya memperkuat pendidikan sejak level paling dasar, yakni ruang kelas. “Bila ingin memperbaiki bangsa, maka perbaikilah sistem pendidikannya. Bila ingin memperbaiki sistem pendidikan, maka mulailah dari ruang kelasnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rudy mengakui, tantangan pendidikan di Kabupaten Bogor cukup kompleks. Wilayah yang luas dengan ratusan desa dan jumlah penduduk jutaan membuat pemerataan kualitas pendidikan menjadi pekerjaan besar.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong perbaikan, baik dari sisi infrastruktur sekolah maupun peningkatan kualitas tenaga pengajar. “Selain pembangunan fisik sekolah, Pemkab Bogor juga berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas tenaga pengajar agar mutu pendidikan semakin baik,” ungkap Rudy.
Selain itu, dukungan dari pemerintah pusat juga dinilai penting, terutama dalam program revitalisasi sekolah yang saat ini mulai berjalan. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah. (Cok/*)






