Kabarindo24jam.com | Bandung – Persib Bandung menegaskan dominasinya di sepak bola nasional dengan mengamankan gelar Super League 2025/2026, sekaligus mencatatkan tiga gelar liga secara beruntun dalam tiga musim terakhir. Kepastian itu diraih setelah Maung Bandung mengakhiri laga terakhir dengan hasil imbang.
Sepanjang musim, tim asuhan Bojan Hodak tampil konsisten dan disiplin. Sejumlah pemain kunci seperti Marc Klok, Beckham Putra Nugraha, dan David da Silva menjadi tulang punggung performa tim, ditopang dukungan Bobotoh yang menjaga atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api tetap bergelora.
Persib Bandung memastikan diri menjadi kampiun Super League 2025/2026 setelah bermain imbang tanpa gol 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5). Hasil tersebut cukup untuk mengunci posisi puncak klasemen hingga akhir musim.
Dalam pertandingan itu, Persib tampil dominan dalam penguasaan bola, namun kesulitan menembus pertahanan rapat Persijap. Sejumlah peluang dari Beckham Putra hingga Andrew Jung gagal berbuah gol, termasuk aksi gemilang kiper Persijap Muhammad Ardiansyah yang menggagalkan beberapa peluang emas. Di sisi lain, Persijap sempat mengancam melalui Rendi Saepul, tetapi upayanya mampu dibendung Teja Paku Alam.
Di waktu bersamaan, Borneo FC meraih kemenangan telak 7-1 atas Malut United di Stadion Segiri, Samarinda. Mariano Peralta dan Koldo Obieta masing-masing mencetak dua gol, sementara gol lainnya disumbang Juan Villa, Muhammad Sihran, dan Kalo Nunes. Adapun gol hiburan Malut dicetak Frets Butuan.
Meski kedua tim sama-sama mengoleksi 79 poin, Persib unggul head to head atas Borneo FC sehingga tetap bertahan di puncak klasemen. Situasi ini membuat hasil imbang di laga pamungkas sudah cukup bagi Persib untuk mengunci gelar juara.
Keberhasilan ini melengkapi perjalanan impresif Persib sejak musim 2023/2024, saat mereka mengakhiri penantian panjang gelar liga sejak 2014. Momentum tersebut berlanjut dengan gelar back-to-back pada musim berikutnya, hingga akhirnya menorehkan hattrick juara pada musim 2025/2026.
Dominasi tersebut juga dibangun lewat konsistensi strategi Bojan Hodak serta proses regenerasi skuad yang mulai memberi ruang bagi pemain muda tanpa mengorbankan stabilitas tim. Meski belum melangkah jauh di level Asia saat tampil di AFC Champions League Two, pengalaman itu menjadi bekal penting bagi perkembangan tim.
Tiga gelar beruntun ini sekaligus menegaskan posisi Persib sebagai kekuatan utama sepak bola Indonesia dalam beberapa musim terakhir, dengan fondasi tim yang semakin matang dan kompetitif. (Man*/)







