Kabarindo24jam.com | Glasgow, Skotlandia – Klub raksasa Glasgow, Celtic F.C. kembali memastikan diri sebagai juara Scottish Premiership musim 2025/2026 setelah menang dramatis 3-1 atas Heart of Midlothian F.C. pada laga pekan terakhir, Sabtu waktu setempat. Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan dominasi Celtic di sepak bola Skotlandia dengan raihan gelar liga kelima secara beruntun.
Pertandingan penentuan gelar berlangsung penuh tensi di Celtic Park. Hearts sempat unggul lebih dahulu melalui gol Lawrence Shankland, sebelum Celtic menyamakan kedudukan lewat penalti Arne Engels menjelang turun minum.
Memasuki menit-menit akhir, Daizen Maeda mencetak gol yang sempat dianulir offside, namun kemudian disahkan melalui VAR. Pada masa injury time, Callum Osmand memastikan kemenangan Celtic lewat gol ketiga.
Gelar ini menjadi trofi liga ke-56 bagi Celtic dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Skotlandia.
Jumlah tersebut membuat Celtic terus bersaing ketat dengan rival abadinya, Rangers F.C., dalam daftar klub tersukses di Skotlandia.
Data sejarah menunjukkan dominasi dua klub Glasgow tersebut hampir tak tergoyahkan dalam beberapa dekade terakhir. Sejak musim 1985/1986, tidak ada klub selain Celtic dan Rangers yang mampu memenangkan liga utama Skotlandia.
Klub terakhir di luar dua raksasa itu yang menjadi juara adalah Aberdeen F.C. pada musim 1984/1985. Artinya, sejak 1987 hingga kini, gelar liga selalu dimenangkan oleh Celtic atau Rangers.
Keberhasilan musim ini juga memperpanjang catatan dominasi Celtic dalam era modern. Klub berjuluk The Hoops tersebut kini meraih 14 gelar liga dalam 15 musim terakhir.
Perjalanan Celtic menuju gelar musim ini tidak berjalan mudah. Mereka sempat tertinggal cukup lama dalam persaingan klasemen, sebelum bangkit lewat rentetan kemenangan pada fase akhir musim.
Kemenangan penting atas Rangers dalam laga Old Firm pekan sebelumnya menjadi titik balik kebangkitan Celtic dalam perebutan gelar.
Nama Daizen Maeda kembali menjadi sorotan dalam fase penentuan musim. Penyerang asal Jepang tersebut tampil konsisten dan mencetak gol-gol krusial, termasuk dalam duel melawan Rangers dan Hearts di penghujung musim.
Meski pesta juara berlangsung meriah, laga penentuan itu juga diwarnai invasi suporter ke lapangan setelah gol penutup Celtic.
(Ls/*)







