Trump Nilai Iran Hadapi Tekaman Ekonomi Berat di Tengah Upaya Diplomasi

Kabarindo24jam.com | Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran berada dalam tekanan ekonomi berat dan disebut ingin segera mencapai kesepakatan dengan Washington di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya pada pertemuan kabinet di Gedung Putih, Trump mengatakan ekonomi Iran berada dalam kondisi “free fall” atau jatuh bebas. Ia juga mengklaim inflasi Iran telah mencapai 250 persen serta nilai mata uang negara itu terus melemah.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut muncul saat pembicaraan mengenai kemungkinan kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian, menyusul konflik berkepanjangan serta tekanan terhadap jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz.

Sejumlah laporan media internasional menyebut ekonomi Iran memang sedang menghadapi tekanan besar akibat sanksi, pelemahan mata uang, kenaikan harga pangan, dan dampak konflik regional.

Laporan terbaru bahkan menunjukkan sebagian harga kebutuhan pokok di Iran mengalami lonjakan tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, angka inflasi “250 persen” yang disebut Trump masih merupakan klaim politik dan belum dikonfirmasi sebagai angka resmi tunggal oleh lembaga ekonomi internasional independen.

Beberapa laporan ekonomi global menyebut inflasi Iran memang tinggi, namun besaran pastinya bervariasi tergantung metode perhitungan dan sumber data.

Di sisi lain, ketegangan konflik Iran juga mulai memengaruhi ekonomi global, terutama sektor energi. Sejumlah laporan menyebut harga minyak dunia dan tekanan inflasi di berbagai negara meningkat akibat kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *