Negosiasi AS – Iran Berlanjut, Wacana Dana Investasi US$ 300 Miliar Muncul dalam Pembahasan

Kabarindo24jam.com WASHINGTON – Pembahasan mengenai kemungkinan paket investasi senilai US$300 miliar dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran memicu perhatian internasional, di tengah upaya kedua negara memperpanjang gencatan senjata dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.

Sejumlah rancangan memorandum atau kerangka kesepakatan yang sedang dibahas mencakup kemungkinan pembentukan dana investasi dan rekonstruksi untuk mendukung pemulihan ekonomi Iran pascakonflik.

Bacaan Lainnya

Nilai dana yang disebut dalam sejumlah laporan mencapai sekitar US$300 miliar, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai angka final maupun mekanisme pendanaannya.

Sumber-sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut rancangan kesepakatan juga mencakup pembahasan mengenai pelonggaran sebagian sanksi, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta negosiasi lanjutan terkait isu nuklir Iran.

Tetapi ada sejumlah poin penting masih menjadi perdebatan dan belum disepakati kedua pihak.

Di sisi lain, Iran sebelumnya dilaporkan mengajukan tuntutan kompensasi atas kerusakan ekonomi dan infrastruktur yang terjadi selama konflik. Beberapa pejabat Iran memperkirakan nilai kerugian mencapai ratusan miliar dolar AS, sementara sejumlah laporan menyebut estimasi kerusakan dapat berada di kisaran US$300 miliar atau lebih.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat yang menyatakan Washington menyetujui pembayaran ganti rugi langsung kepada Iran.

Sejumlah laporan Reuters menyebut pembahasan yang berlangsung lebih banyak berfokus pada penghentian konflik, pembukaan kembali jalur perdagangan dan energi, serta kemungkinan pelepasan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan.

Gedung Putih juga sebelumnya membantah sebagian laporan yang beredar mengenai isi memorandum yang diklaim telah disepakati, dengan menyebut beberapa dokumen yang beredar di media sebagai informasi yang tidak benar.

Presiden AS Donald Trump dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa setiap kesepakatan harus memenuhi kepentingan keamanan Amerika Serikat dan belum memberikan persetujuan final terhadap proposal yang sedang dibahas.

Sabtu (30/5), negosiasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan resmi yang ditandatangani kedua negara. Karena itu, klaim bahwa Amerika Serikat telah menyetujui pembayaran kompensasi atau reparasi senilai US$300 miliar kepada Iran belum dapat dipastikan kebenarannya berdasarkan informasi yang tersedia saat ini.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *