Pabrik Pemasok Nike di Bandung Rumahkan 4.000 Pekerja, Menanti Order dan Pasokan Produksi

Kabarindo24jam.com |Bandung – Sekitar 4.000 pekerja di PT Feng Tay Indonesia, salah satu pemasok sepatu merek Nike yang beroperasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan dirumahkan sementara sejak pertengahan Juni 2026.

Kondisi tersebut memunculkan perhatian terhadap keberlangsungan industri alas kaki nasional yang sangat bergantung pada pasar ekspor.

Bacaan Lainnya

Informasi yang beredar di kalangan serikat pekerja menyebutkan bahwa pekerja mulai dirumahkan sejak 15 Juni 2026.
Jumlah tersebut mencakup sekitar seperempat dari total tenaga kerja yang bekerja di fasilitas produksi perusahaan tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari organisasi pekerja dan pelaku industri alas kaki, penghentian sementara aktivitas sebagian pekerja diduga berkaitan dengan terganggunya pasokan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.

Sejumlah pihak menyebut keterlambatan pasokan terjadi setelah adanya perubahan mekanisme pengadaan material dari sistem sebelumnya.

Meski demikian, kalangan industri juga mengakui bahwa kondisi pasar global yang masih menghadapi ketidakpastian turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Permintaan produk alas kaki olahraga di sejumlah pasar utama dunia mengalami perlambatan dalam beberapa periode terakhir, sehingga memengaruhi pola pemesanan dari merek-merek global kepada pemasoknya.

PT Feng Tay Indonesia merupakan bagian dari Feng Tay Enterprises Co., Ltd., perusahaan manufaktur alas kaki asal Taiwan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu mitra produksi utama Nike di dunia.

Pabrik di Bandung menjadi salah satu fasilitas produksi terbesar grup tersebut di Indonesia.
Hingga saat ini belum terdapat pengumuman resmi mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja yang dirumahkan tersebut.

Status pekerja yang terdampak masih tercatat sebagai dirumahkan sementara dan belum berubah menjadi PHK permanen.

Sejumlah laporan juga menyebut pekerja masih memperoleh hak-hak normatif sesuai ketentuan yang berlaku selama masa perumahan.

Pelaku industri menilai perkembangan beberapa minggu ke depan akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah kebijakan perusahaan.

Apabila pasokan bahan baku kembali normal dan pesanan produksi baru masuk sesuai jadwal, aktivitas produksi berpotensi kembali berjalan seperti biasa.
Sebaliknya, apabila terjadi penurunan order berkepanjangan, risiko penyesuaian tenaga kerja dapat meningkat.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *