Tokyo E-Prix 2026 Hadirkan Balapan Malam Bersejarah, Perkuat Status Formula E sebagai Kejuaraan Dunia Resmi FIA

Kabarindo24jam.com | TOKYO – Tokyo kembali menjadi tuan rumah seri ABB FIA Formula E World Championship dengan menggelar TDK Tokyo E-Prix 2026, yang untuk pertama kalinya berlangsung dalam format balapan malam (night race) di lintasan jalan raya ibu kota Jepang. Ajang ini merupakan putaran ke-14 musim 2025/2026 dan menjadi bagian penting dalam perebutan gelar juara dunia menjelang akhir musim.

Balapan digelar di Tokyo Street Circuit yang dibangun di kawasan Tokyo Big Sight. Penyelenggara memindahkan jadwal ke malam hari sebagai respons terhadap tingginya suhu musim panas di Jepang, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi pembalap maupun penonton. Tokyo menjadi salah satu kota besar dunia yang masuk kalender Formula E bersama Monaco, Berlin, London, São Paulo, dan Jeddah.

Bacaan Lainnya

Pada rangkaian akhir pekan balap, Edoardo Mortara tampil tercepat pada sesi latihan bebas, sementara Jake Dennis merebut pole position setelah menghentikan dominasi Oliver Rowland di sesi kualifikasi.

Pada balapan utama putaran ke-14, Dan Ticktum berhasil menyalip Dennis pada lap-lap akhir untuk meraih kemenangan dramatis, sementara persaingan klasemen pembalap semakin ketat menjelang seri penutup musim.

Formula E merupakan kejuaraan dunia resmi yang berada di bawah naungan Fédération Internationale de l’Automobile (FIA). Sejak musim 2020, statusnya telah diakui sebagai FIA World Championship, menjadikannya kompetisi tertinggi dunia untuk mobil formula bertenaga listrik.

Dengan demikian, Tokyo E-Prix bukan sekadar balapan ekshibisi, melainkan salah satu seri resmi yang menentukan perolehan poin menuju gelar juara dunia pembalap dan konstruktor.

Kejuaraan ini juga menjadi ajang pengembangan teknologi kendaraan listrik. Seluruh mobil menggunakan tenaga listrik penuh dengan sistem regenerasi energi saat pengereman, sehingga menjadi laboratorium teknologi yang hasil pengembangannya turut dimanfaatkan industri otomotif.

Mulai musim 2026/2027, Formula E dijadwalkan memasuki era GEN4 dengan mobil yang lebih bertenaga dan peningkatan teknologi secara signifikan.

Tokyo E-Prix dinilai memiliki arti strategis karena Jepang merupakan salah satu pusat industri otomotif dan elektrifikasi kendaraan dunia. Kehadiran balapan di jalan raya Tokyo memperkuat komitmen Formula E dalam mempromosikan inovasi kendaraan listrik di kota-kota besar, sekaligus memperluas jangkauan olahraga balap berkelanjutan kepada publik internasional.

Dengan hanya menyisakan beberapa putaran musim ini, hasil Tokyo E-Prix diperkirakan menjadi salah satu penentu utama dalam perebutan gelar ABB FIA Formula E World Championship 2025/2026. Seri berikutnya akan semakin krusial karena setiap poin yang diraih pembalap dan tim dapat memengaruhi posisi klasemen akhir musim.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *