Wamenlu Anis Matta: Dukung Bisnis GMA-PRO Berbasis Bahan Lokal, Lebih Tahan Goncangan Geopolitik Global

Kabarindo24jam.com |JAKARTA— Pemerintah mendukung penuh model bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang lebih mengandalkan bahan baku dalam negeri dan pengolahan lokal. Pemerintah mendukung penuh model bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang lebih mengandalkan bahan baku dalam negeri dan mengoptimalkan proses pengolahan di tingkat lokal. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemanfaatan bahan baku lokal juga dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan nilai tambah, bisnis tersebut membuka lapangan kerja, memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan industri pendukung dari tingkat hulu hingga hilir. Apalagi UMKM Garuda Mas Anugerah (GMA) ini memiliki pangsa pasar domestik sangat besar. “Skema bisnis GMA PRO ini punya daya tahan yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik global,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta Pandangan itu disampaikan Anis saat menjadi motivator dalam kegiatan “Gebyar Momentum Dahsyat Mega Pro Affiliate: Gerakan Ekonomi Kebersamaan” yang digelar PT Garuda Mas Anugerah (GMA) di Orchard Hotel, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT GMA Paul Bobby Utomo dan Komisaris GMA Effendy Choirie.

Bacaan Lainnya

Menurut Anis, kekuatan model bisnis seperti yang dikembangkan GMA terletak pada kemampuan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia dari hulu hingga hilir, sehingga membuat aktivitas usaha tidak terlalu bergantung pada rantai pasok internasional. “Penemunya dan ahlinya orang kita, bahan bakunya dari alam Indonesia, kemudian dipasarkan dan dijual di dalam negeri. Ini bisnis yang bisa bertahan lama,” ujarnya lagi.

Lebih jauh Ketua Umum Partai Gelora itu mengatakan kondisi geopolitik dunia saat ini memberikan pelajaran bahwa ketergantungan terhadap impor dan jalur perdagangan internasional dapat menjadi kerentanan. Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung bertahun-tahun, konflik Israel-Hamas, serta ketegangan Amerika Serikat, Israel dan Iran menunjukkan bahwa gangguan geopolitik dapat berlangsung panjang dan memengaruhi perdagangan, energi, logistik serta harga komoditas.

Menurut Anis, setiap gangguan terhadap jalur strategis semacam itu dapat menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian berbagai negara, terutama negara-negara Asia yang sangat bergantung pada energi dan perdagangan internasional. Karena itu, Anis menilai Indonesia perlu memperkuat ekonomi yang bertumpu pada kekuatan domestik.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan Indonesia memiliki modal berupa sumber daya alam yang besar, jumlah penduduk sekitar 290 juta jiwa, serta pasar konsumsi yang luas. “Semua bangsa di dunia mengalami tekanan. Tetapi Indonesia masih mampu tumbuh sekitar lima persen. Salah satu kekuatannya adalah konsumsi dan pasar domestik yang besar,” jelasnya.

Menurut Anis, karakter masyarakat Indonesia yang komunal juga menjadi alasan model bisnis berbasis jaringan seperti Mega Pro Affiliate memiliki peluang berkembang. Karakter budaya silaturahmi dapat menjadi modal sosial untuk membangun jaringan ekonomi. “Untuk menambah rezeki itu harus silaturahmi, alias mengembangkan jaringan. Bertemu banyak orang, membangun hubungan, itu bukan hanya memperluas bisnis tetapi juga membangun komunitas,” terangnya.

Ia bahkan membandingkan model bisnis berbasis platform dengan fenomena ojek online. Menurut Anis, keduanya sama-sama memanfaatkan teknologi dan jaringan, tetapi model GMA menurut dia memiliki karakter berbeda karena menggabungkan aktivitas ekonomi dengan interaksi komunitas dan perhatian terhadap kesehatan. “Bisnis seperti ini membuat orang bertemu, bergerak, membangun jaringan dan komunitas. Jadi bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga bagaimana membangun kehidupan komunitas yang sehat,” katanya.

Anis menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun ekonomi yang lebih mandiri apabila sumber daya alam tidak hanya menjadi komoditas mentah. Semakin besar nilai tambah yang diciptakan di dalam negeri, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat. “Model bisnis yang menghubungkan produk lokal, pengolahan, pemasaran dan konsumen domestik dinilai relevan dengan kebutuhan tersebut, sehingga kita mempunyai fondasi yang lebih kuat menghadapi perubahan dunia,” ujar Anis.

Bangun Ekonomi Kebersamaan

Sementara itu, Komisaris GMA Effendy Choirie mengatakan konsep Mega Pro Affiliate GMA diarahkan untuk membangun komunitas pelaku usaha melalui sistem jaringan dan ekonomi gotong royong.
“GMA Affiliate ini bagian dari upaya membangun ekonomi kebersamaan melalui sistem jaringan,” kata Effendy, yang akrab disapa Gus Choi.

Menurut Gus Choi, GMA membuka kesempatan kepada masyarakat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Pendidikan formal atau ijazah, kata dia, bukan satu-satunya ukuran untuk menjadi bagian dari komunitas.
“Yang penting adalah kemauan belajar, kemampuan membangun jaringan dan mengikuti proses. Karena itu, kami terus melakukan training agar anggota memiliki pengetahuan dan kemampuan yang semakin baik,” ujarnya.

Gus Choi mengatakan pelatihan dilakukan secara rutin di kantor GMA. Bahkan komunitas Mega Pro Affiliate saat ini telah berkembang hingga sekitar 100.000 anggota. “Perkembangan tersebut menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap model usaha yang menggabungkan produk, pemasaran, komunitas dan jaringan,” jelasnya.

Lebih jauh Gus Choi mengakui ketidakpastian geopolitik, perang, gangguan rantai pasok dan perubahan perdagangan dunia telah mengubah sistem perdagangan. Bagi Indonesia, kekuatan perdagangan domestik tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga dari jumlah penduduk, daya beli, kreativitas masyarakat dan kemampuan membangun jejaring ekonomi. “Dalam konteks itulah, model bisnis berbasis bahan baku lokal dan pasar domestik seperti yang dikembangkan GMA dinilai memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang menghadapi perubahan ekonomi global,” imbuhnya.

GMA Perkuat Ekosistem

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT GMA Paul Bobby Utomo mengatakan perusahaan terus mengalami perkembangan dan akan memperkuat ekosistem Mega Pro Affiliate.

Menurut Paul, pertumbuhan komunitas menjadi salah satu indikator bahwa konsep ekonomi kebersamaan yang dikembangkan GMA mendapat respons positif dari masyarakat. “GMA terus mengalami kemajuan yang signifikan. Kami akan terus memperkuat jaringan, meningkatkan kualitas produk dan memberikan pendampingan kepada para anggota agar mereka dapat berkembang bersama,” kata Paul.

Paul mengatakan GMA tidak hanya ingin membangun jaringan pemasaran, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh pengetahuan, membangun relasi dan mengembangkan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.
“Semangat kami adalah bagaimana GMA dapat tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, komunitas menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, besarnya pasar domestik Indonesia menjadi peluang yang akan terus dikembangkan GMA. Dengan jumlah penduduk sekitar 290 juta jiwa, menurut Paul, ruang pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi dalam negeri masih sangat besar.
Konsep tersebut sejalan dengan tema kegiatan “Gerakan Ekonomi Kebersamaan”, yakni mendorong masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam rantai ekonomi melalui sistem affiliate dan jaringan komunitas. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *