Polisi Gerebek Kampung Bahari Lewat KRL, Puluhan Orang Diamankan, Sabu, Ekstasi dan Mesin Pencetak Disita

Kabarindo24jam.com | JAKARTA ,MINGGU, 1 NOVEMBER 2026 – Aparat gabungan kepolisian menggelar operasi pemberantasan peredaran narkotika di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok sebagai salah satu jalur pengerahan personel menuju kawasan sasaran.

Operasi dimulai sekitar pukul 05.30 WIB. Tim gabungan menyisir sejumlah titik permukiman dan lapak di sekitar bantaran rel kereta api yang diduga huuhberkaitan dengan aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Bacaan Lainnya

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyatakan penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai arah untuk menjaga agar sasaran operasi tidak teralihkan.

Operasi tersebut melibatkan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, Brimob Polri, Bareskrim Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Jalur kereta dipilih sebagai akses langsung menuju kawasan yang menjadi sasaran penyisiran. Setelah tiba, petugas bergerak memasuki sejumlah titik, termasuk lapak-lapak di sekitar rel dan lingkungan permukiman.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi menyebutkan pengerahan personel gabungan dalam operasi tersebut mencapai 1.816 orang,

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyebutkan sebanyak 26 orang diamankan. Dalam penjelasan mengenai penindakan di salah satu titik awal, Bismo juga menyebut empat orang diamankan. Tiga di antaranya diduga sebagai pengguna narkoba, sedangkan satu orang lainnya diduga memiliki barang yang akan diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.

Dengan demikian, angka empat orang tersebut tidak boleh langsung dijumlahkan dengan angka 26, karena berpotensi merupakan bagian dari keseluruhan orang yang diamankan.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto juga menyampaikan bahwa operasi tersebut menemukan sejumlah barang yang menjadi perhatian penyidik, termasuk senjata dan data-data yang akan ditindaklanjuti.

Ekstasi dalam jumlah ribuan butir.
Mesin pencetak ekstasi.
Senjata api.
Senjata tajam.
Bong atau alat isap narkotika.
Sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba. Rincian berat setiap jenis narkotika, jumlah keseluruhan ekstasi, serta spesifikasi senjata belum dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia.

Meski demikian, detail pihak yang melakukan perlawanan, jumlah orang yang terlibat, serta ada atau tidaknya korban luka belum dapat dipastikan melalui keterangan resmi yang tersedia.

Dadang mengatakan sejumlah pihak yang menjadi sasaran operasi diduga telah mengetahui rencana penindakan sebelumnya sehingga sebagian orang yang dicari melarikan diri ketika petugas datang.

Kepolisian menyatakan akan melanjutkan pengejaran terhadap orang-orang yang diduga terlibat.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan Kapolda dan belum berarti seluruh orang yang melarikan diri telah ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyatakan operasi pemberantasan narkoba akan terus dilakukan, termasuk pengejaran terhadap pihak yang diduga menjadi bandar.

Kepolisian juga menyampaikan rencana membongkar lapak-lapak yang diduga digunakan untuk aktivitas transaksi maupun penyalahgunaan narkotika agar tidak kembali dimanfaatkan untuk kegiatan serupa.

Langkah lanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya memutus aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.

 

(Los/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *