KRL Jakarta Kota–Bogor Mengeluarkan Percikan Api dan Asap, Penumpang Dievakuasi

Kabarindo24jam.com JAKARTA – Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line relasi Jakarta Kota–Bogor dilaporkan mengalami insiden berupa suara letupan, percikan api, dan kepulan asap di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (27/10/2026) sore. Kejadian tersebut dilaporkan berlangsung sekitar pukul 17.52 WIB di jalur 10 stasiun.

Menurut informasi yang beredar dan pemberitaan yang dirujuk, rangkaian yang terdampak adalah Commuter Line KA 1378 relasi Jakarta Kota–Bogor. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan penumpang di sekitar peron.

Bacaan Lainnya

Dari keterangan penumpang yang dikutip dalam pemberitaan, lampu di dalam gerbong sempat padam sebelum terdengar suara letupan. Tak lama kemudian, muncul percikan api dan asap putih tebal dari bagian atas kereta.

Situasi tersebut membuat sejumlah penumpang bergegas keluar dari rangkaian untuk menjauh dari sumber asap. Petugas stasiun dan petugas terkait kemudian melakukan penanganan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jasa.

Informasi yang diterima menyebutkan penumpang dievakuasi dan dialihkan ke rangkaian Commuter Line KA 1380 agar perjalanan menuju Bogor dapat dilanjutkan.

Percikan api dilaporkan muncul di sekitar pantograf, yakni perangkat di bagian atas kereta yang berfungsi menyalurkan listrik dari jaringan listrik aliran atas ke sistem penggerak kereta.

Gangguan pada area tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa oleh petugas teknis. Namun, dugaan korsleting atau gangguan kelistrikan belum dapat dipastikan sebagai penyebab akhir tanpa hasil pemeriksaan resmi.

Karena itu, suara letupan dan kepulan asap dalam kejadian ini tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai ledakan besar atau kebakaran pada seluruh rangkaian.

Penanganan dan dampak perjalanan
Informasi awal menyebutkan KAI Commuter melakukan evakuasi penumpang, menyiapkan rangkaian pengganti, serta mengerahkan petugas teknis untuk memeriksa kereta yang terdampak.

Pengalihan penumpang dilakukan untuk mendukung kelanjutan perjalanan menuju Bogor. Meski demikian, informasi mengenai jumlah penumpang yang dievakuasi, ada atau tidaknya korban, besaran keterlambatan, serta waktu normalisasi perjalanan masih memerlukan konfirmasi resmi.

Penyebab masih perlu dipastikan
Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan apakah percikan api berasal dari gangguan pada pantograf, sistem kelistrikan, atau komponen lainnya.

(Los/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *