Kabarindo24jam.com | JAKARTA, 29 Oktober 2026 – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026), untuk menyuarakan kritik terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sejumlah kebijakan pemerintah. Massa juga menuntut pertanggungjawaban pejabat publik dan penguatan supremasi sipil.
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.
Aksi Unjuk Rasa mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil pada Rabu (28/10/2026) yang mempersoalkan penanganan karhutla dan sejumlah kebijakan pemerintah.
Tiga tuntutan utama mahasiswa
Dalam seruan aksi yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti, mahasiswa mengajukan tiga tuntutan utama.
Pertama, pemulihan sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional.
Kedua, pemberantasan inkompetensi serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik.
Ketiga, penegakan supremasi sipil.
Dalam aksi di kawasan Patung Kuda, mahasiswa turut menyoroti kondisi masyarakat di daerah terdampak karhutla, kerusakan ekosistem hutan, serta kebutuhan akan pertanggungjawaban pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Mahasiswa juga mempertanyakan tindak lanjut penanganan kebakaran hutan dan lahan serta meminta agar pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Zahra Nazira Firman, menyampaikan kritik mengenai dampak kabut asap terhadap masyarakat dan meminta pertanggungjawaban atas penanganan persoalan lingkungan tersebut.
Mengenai seorang perwakilan pemerintah yang disebut menemui mahasiswa dan mendapat teriakan “ANDA SIAPA?” serta “TURUN!” ketika berhadapan dengan massa.
Narasi tersebut juga menyebut adanya janji seorang pejabat untuk mengundurkan diri apabila persoalan karhutla tidak selesai dalam tenggat tiga hari. Janji itu diklaim disampaikan sekitar dua minggu sebelumnya.
Karena itu, ucapan dan janji tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta terkonfirmasi.
Informasi Aksi PMII di depan Istana Bogor menyebutkan bahwa mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor menggelar demonstrasi di depan gerbang Istana Kepresidenan Bogor pada Kamis (29/10/2026). Aksi tersebut diklaim diwarnai pelemparan tomat busuk ke arah Istana.
kejadian,
Sejumlah demonstrasi mahasiswa memang dilaporkan berlangsung di depan Istana Bogor dalam beberapa hari sebelumnya. Pada 22 Oktober, aksi diberitakan melibatkan Aliansi BEM se-Bogor. Sementara pada 27 Oktober, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor dilaporkan menyampaikan tuntutan evaluasi terhadap pemerintahan.
Kedua peristiwa tersebut merupakan aksi pada tanggal dan kelompok yang berbeda.
Kritik mahasiswa terhadap penanganan karhutla berlangsung di tengah laporan mengenai kebakaran dan kabut asap yang memengaruhi sejumlah wilayah di Indonesia.
Pada 28 Oktober bahwa mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil menggelar demonstrasi di Jakarta dan sejumlah kota lainnya. Aksi tersebut menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan, dampak kabut asap, serta prioritas kebijakan pemerintah.
Persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga mencakup perlindungan kawasan hutan dan lahan gambut, penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terbukti, serta pemulihan lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat terdampak.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan telah mengambil langkah penanganan terhadap kebakaran dan perusahaan yang berkaitan dengan kasus kebakaran.
Rincian pelaksanaan, hasil penegakan hukum, serta perkembangan pemulihan lingkungan perlu dinilai berdasarkan data resmi yang dapat diperiksa.
(Los/*)






