Kabarindo24jam.com | PADANG – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, sejak Senin (3/8) siang memicu banjir di sejumlah wilayah dan mendorong tim gabungan melakukan evakuasi warga menggunakan perahu. Hingga Selasa pagi, proses pendataan dampak masih berlangsung, sementara sejumlah titik banjir dilaporkan belum sepenuhnya surut.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hujan deras mulai mengguyur kawasan Kota Padang sekitar siang hari dan berlangsung hingga sore. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai dan saluran drainase tidak mampu menampung debit air sehingga genangan meluas ke kawasan permukiman dan jalan di beberapa kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Di Kecamatan Kuranji, banjir dilaporkan menggenangi kawasan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, dan Gunung Sarik. Di Kecamatan Koto Tangah, genangan terjadi di Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, serta Perumahan Green Mandiri.
Sementara di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, banjir melanda Bungus Selatan, Bungus Barat, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur, dan Teluk Kabung Tengah. Seiring meningkatnya genangan, BPBD Kota Padang bersama organisasi perangkat daerah dan unsur gabungan mengerahkan perahu polietilen untuk mengevakuasi warga dari lokasi terdampak menuju tempat yang lebih aman. Selain evakuasi, petugas juga melakukan kaji cepat dan pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan.
BNPB menyatakan laporan visual dari lapangan menunjukkan arus banjir menghanyutkan sejumlah kendaraan yang berada di jalan. Hingga laporan resmi terakhir, pendataan mengenai jumlah korban jiwa maupun kerugian material masih terus dilakukan oleh BPBD Kota Padang.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Hingga Senin malam, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Kota Padang sehingga banjir di sejumlah titik dilaporkan belum surut sepenuhnya. Pemerintah daerah bersama BPBD, instansi terkait, dan masyarakat tetap bersiaga untuk melanjutkan evakuasi serta memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan.
(Ls/*)







