Bocah 7 Tahun Bantu ibunya yang Sakit dengan Memulung, Warga Berharap Ada Perhatian Sosial

Kabarindo24jam.com | Sukabumi – Di Kampung Cijangkar, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Seorang anak perempuan berusia Tujuh tahun bernama Siti Julaiha, menjadi perhatian warga setelah diketahui membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan memulung barang bekas di lingkungan tempat tinggalnya.

Dari aktivitas tersebut, Siti disebut hanya memperoleh sekitar Rp2.000 per hari untuk membantu ibunya yang sedang sakit.

Bacaan Lainnya

Kisah ini menggambarkan kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Di usia yang masih sangat muda, Siti harus menghabiskan sebagian waktunya mencari barang bekas yang dapat dijual kembali. Warga sekitar menyebut, hasil yang diperoleh digunakan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan pengobatan sang ibu.

Menurut keterangan warga, kondisi kesehatan ibu Siti menurun dalam beberapa waktu terakhir sehingga aktivitas mencari nafkah keluarga menjadi terhambat. Situasi tersebut membuat Siti berusaha membantu semampunya meski usianya masih tergolong anak-anak.

Sejumlah warga mengaku prihatin terhadap kondisi tersebut. Mereka berharap ada perhatian dari lingkungan sekitar maupun pihak terkait agar kebutuhan dasar keluarga dapat terpenuhi dan Siti tetap bisa mendapatkan haknya sebagai anak, termasuk pendidikan dan kehidupan yang layak.

Pengamat sosial menilai kondisi seperti ini menjadi pengingat bahwa masih terdapat keluarga rentan yang membutuhkan pendampingan sosial dan ekonomi.
Penanganan terpadu dinilai penting agar anak-anak tidak harus bekerja di usia dini akibat tekanan ekonomi keluarga.

Warga berharap bantuan kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan pokok dapat segera diberikan agar beban keluarga dapat berkurang.

Kasus yang dialami Siti juga memunculkan kembali perhatian publik mengenai pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama ketika orang tua mengalami sakit atau kehilangan penghasilan.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *