CKG SMART Jadi Andalan Baru Pemkot Bogor, Data Kesehatan Warga Diintegrasikan untuk Kebijakan Tepat Sasaran

Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai memperkuat arah kebijakan kesehatan berbasis data melalui inovasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) SMART. Program ini dirancang tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mengintegrasikan data warga secara sistematis untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa penguatan program ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang selaras dengan Asta Cita Presiden serta visi Bogor Sehat. Melalui pendekatan SMART, pelaksanaan CKG diharapkan tidak lagi bersifat kegiatan sesaat, melainkan menjadi sistem deteksi dini yang terintegrasi dan berkelanjutan. “Sehingga dengan menggunakan pendekatan ini, pelaksanaan CKG diarahkan tidak lagi sekadar kegiatan skrining yang bersifat event based, tetapi menjadi sistem deteksi dini yang terintegrasi, berkelanjutan, dan didukung kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara simbolis mencanangkan program CKG SMART dalam rapat koordinasi Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2026). Ia menegaskan bahwa inovasi ini mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam pengelolaan data kesehatan masyarakat. “CKG SMART ini bisa terintegrasi dengan digital. Bisa dijadikan sebagai bahan atau dasar kebijakan Pemerintah Kota Bogor di bidang kesehatan. Jadi, semakin banyak dan semakin lengkap masyarakat Kota Bogor melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, maka datanya akan lebih lengkap,” ucap Dedie Rachim.

Data capaian program menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Pada 2025, partisipasi CKG di Kota Bogor mencapai 49,62 persen atau tertinggi di Jawa Barat. Sementara hingga pertengahan 2026, capaian sudah menyentuh 21 persen. Dari hasil pemeriksaan juga terungkap bahwa 92 persen peserta masih kurang aktivitas fisik. Kondisi ini mendorong Pemkot Bogor memperluas layanan jemput bola ke berbagai titik, seperti sekolah, rumah, posyandu, kampus, kantor, pondok pesantren, hingga majelis taklim, guna meningkatkan partisipasi masyarakat.

Melalui pencanangan ini, Pemkot Bogor juga memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk penandatanganan komitmen pilot project, dukungan media edukasi, serta penguatan regulasi dan pemanfaatan data kesehatan berbasis NIK dengan tetap menjaga kerahasiaan rekam medis. Langkah ini diharapkan mampu menyatukan persepsi para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat peran Satgas CKG dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan di Kota Bogor. (Man*/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *