Kabarindo24jam.com | LONDON – Petenis Amerika Serikat, Coco Gauff, mencatat tonggak penting dalam kariernya setelah memastikan tempat di semifinal Wimbledon 2026 untuk pertama kalinya.
Unggulan ketujuh itu menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan satu set sebelum mengalahkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, 4-6, 6-3, 6-3 pada laga perempat final di Centre Court, Selasa (7/7) waktu setempat.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian terbaik Gauff sepanjang penampilannya di Wimbledon.
Sebelumnya, rumput bukanlah permukaan yang paling bersahabat bagi juara Grand Slam asal Amerika itu, namun pada edisi 2026 ia mampu membalikkan tren tersebut dengan permainan yang semakin matang dari babak ke babak.
Bangkit Setelah Kehilangan Set Pertama
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal.
Pegula tampil lebih efektif pada set pembuka dan memanfaatkan sejumlah kesalahan sendiri (unforced errors) dari Gauff untuk merebut set pertama 6-4.
Memasuki set kedua, Gauff mulai menemukan ritme permainannya.
Servis yang lebih konsisten, pengembalian bola yang lebih agresif, serta pukulan dari baseline yang semakin akurat membuat momentum berbalik. Ia menyamakan kedudukan setelah memenangkan set kedua 6-3.
Pada set penentuan, kedua pemain saling menekan.
Gauff tampil lebih tenang dalam poin-poin penting, berhasil mengamankan servisnya, sekaligus memanfaatkan peluang break untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 6-3 setelah lebih dari dua jam bertanding.
Statistik Pertandingan
Secara statistik, Gauff menunjukkan peningkatan signifikan setelah set pertama.
Skor akhir: Coco Gauff menang 4-6, 6-3, 6-3.
Gauff mencatat 7 ace, sedangkan Pegula membuat 2 ace.
Gauff berhasil mengonversi seluruh 5 peluang break point yang diperolehnya.
Pegula mampu mematahkan servis lawannya sebanyak 3 kali dari 7 kesempatan.
Ini juga menjadi kemenangan empat pertandingan berturut-turut dalam tiga set bagi Gauff sepanjang Wimbledon 2026, memperlihatkan daya juang dan ketahanan mental yang sangat baik.
Keberhasilan melaju ke empat besar membuat Gauff kini telah mencapai semifinal di keempat turnamen Grand Slam, yakni Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka.
Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu petenis termuda berusia 22 tahun, pada era modern yang mampu menembus semifinal di seluruh ajang Grand Slam sebelum berusia 23 tahun.
Tantangan Berikutnya
Di semifinal, Gauff akan menghadapi petenis Republik Ceko, Karolina Muchová, yang sebelumnya menyingkirkan Naomi Osaka di babak perempat final.
Secara rekor pertemuan, Gauff memiliki keunggulan atas Muchová dengan 6 kemenangan dan 1 kekalahan, meski seluruh pertemuan tersebut berlangsung di luar lapangan rumput. Hal itu membuat semifinal diperkirakan berlangsung menarik karena Muchová dikenal memiliki variasi permainan yang efektif di permukaan grass court.
Peluang Menuju Gelar
Dengan tersingkirnya sejumlah unggulan pada sektor putri, Gauff meraih gelar Wimbledon pertamanya terbuka lebih lebar. Kepercayaan diri yang meningkat, kemampuan bangkit dari tekanan, serta konsistensi dalam pertandingan panjang menjadi modal penting memasuki semifinal.
Tantangan tetap tidak ringan. Muchová dikenal memiliki permainan komplet dan pengalaman menghadapi laga-laga besar.
Gauff berpeluang melangkah ke final Wimbledon untuk pertama kalinya dalam kariernya.
(LS/*)







