Kabarindo24jam.com | Cibinong – Pemerintah Kabupaten Bogor didorong untuk tidak sekadar memberikan ruang bagi generasi muda dalam menciptakan inovasi, tetapi juga memastikan setiap gagasan potensial mendapat pendampingan hingga dapat diwujudkan menjadi produk atau solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Bapperida Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menilai kreativitas para pelajar dalam Kompetisi Inovasi Daerah 2026 menunjukkan potensi besar yang perlu dikembangkan. Ia mencontohkan salah satu karya peserta berupa sampo berbahan herbal dan alami yang bahkan telah dilengkapi pemikiran mengenai desain kemasan produk.
“Anak-anak itu harus difasilitasi, diwadahi. Yang paling penting buat kita, jangan sampai inovasi-inovasi itu cukup hanya sebatas inovasi,” tegas Bambam saat ditemui di Kantor Bapperida Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, gagasan tersebut memang masih membutuhkan pengembangan dan pengujian lebih lanjut. Namun, pemerintah perlu memberikan apresiasi terhadap keberanian peserta dalam menciptakan sesuatu yang baru.
“Kita tidak berpikir apakah kandungannya sudah di lab atau belum. Tapi yang penting ini ide awal dari anak-anak harus kita apresiasi. Hal-hal seperti inilah yang harus difasilitasi oleh pemerintah,” ungkapnya.
Komitmen mendorong lahirnya inovator muda tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026. Ajang yang memasuki tahun ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2016 ini diikuti 248 inovasi dari 252 karya yang sebelumnya mendaftar.
Sebanyak 248 inovasi tersebut terbagi dalam delapan kategori, meliputi perangkat daerah (SKPD) sebanyak 32 inovasi, kecamatan 21 inovasi, masyarakat 24 inovasi, puskesmas 42 inovasi, perguruan tinggi 14 inovasi, pelajar SMP 51 inovasi, pelajar SMA/SMK 49 inovasi, serta Duta Inovasi Desa sebanyak 15 inovasi.
Seluruh peserta yang lolos mengikuti Seleksi Tahap III selama tiga hari, yakni Senin (24/8/2026), Rabu (26/8/2026), dan Kamis (27/8/2026) di Kantor Bapperida Kabupaten Bogor.
Bambam mengatakan, kompetisi tersebut bukan hanya menjadi ajang penilaian karya, melainkan juga sarana membangun kemampuan berinovasi sejak usia sekolah. Keterlibatan pelajar menjadi hal positif karena generasi muda perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan gagasannya.
“Hari ini kita laksanakan penilaian untuk lomba inovasi. Yang kita nilai sekarang teman-teman dari SMA/SMK. Kita berharap generasi-generasi muda kita menjadi generasi penerus untuk kemampuan berinovasi,” kata Bambam.
Ia menegaskan, sebuah inovasi tidak harus selalu berupa penemuan besar. Gagasan sederhana sekalipun tetap memiliki nilai apabila menghadirkan kebaruan dan dapat meningkatkan pengetahuan maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Prinsipnya inovasi sekecil apa pun merupakan suatu kebaruan buat kita, untuk meningkatkan ilmu pengetahuan atau ilmu pengetahuan diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Bambam juga mengaku terkesan dengan berbagai karya yang ditampilkan peserta. Bahkan, sejumlah gagasan yang muncul dinilainya melampaui perkiraan dan memperlihatkan kemampuan kreatif generasi muda saat ini.
“Dulu saya seumuran mereka, saya tidak kepikiran untuk itu. Banyak inovasi-inovasi yang luar biasa,” katanya.
Ia berharap karya yang memiliki prospek tidak berhenti setelah proses penjurian selesai. Pemerintah, menurutnya, dapat membuka peluang pendampingan agar inovasi tersebut disempurnakan, diproduksi dengan kualitas lebih baik, hingga memiliki kesempatan untuk dipasarkan.
“Mana tahu yang jual sampo ini nanti juara. Kita fasilitasi, kita tawarkan apakah memang kalau bagus mereka bisa menyempurnakan lebih ini lagi. Jadi ide yang awal seperti ini bisa disempurnakan, diaplikasikan atau diproduksi yang lebih bagus,” jelasnya.
Bambam menambahkan, pembinaan inovasi merupakan bagian dari persiapan menciptakan generasi muda yang berani menghadirkan solusi atas berbagai persoalan. Dukungan pemerintah diharapkan mampu mengubah gagasan awal menjadi karya yang dapat diterapkan, direplikasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Inilah wujud bahwa generasi emas tahun 2045 nanti luar biasa,” pungkasnya. (**/)






