Kabarindo24jam.com | Cibinong -Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryekencana, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok wilayah yang dikemas dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Sinergi itu pun dimantapkan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-128 Tahun 2026 di Makorem 061/Suryakancana, Kota Bogor, belum lama ini. Kolaborasi pemerintah daerah dengan TNI ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio mengungkapkan Rakornis TMMD ke-128 menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, termasuk pembangunan jalan, jembatan, serta penguatan program strategis nasional.
“Sinergi yang terus terjalin ini menjadi kekuatan bersama dalam memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujar Danrem 061 Brigjend Thomas dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan bahwa sejumlah program strategis juga turut menjadi fokus pembahasan dalam rakornis tersebut antara lain program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna menunjang konektivitas serta kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, pembangunan tidak hanya berfokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga harus menjangkau wilayah pelosok agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh warga Kabupaten Bogor. “Melalui sinergi yang terus terjalin, kita bergerak bersama, saling melengkapi untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Danrem 061 menyebut bahwa koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah terus diperkuat baik dalam menjaga kamtibmas maupun mendukung percepatan pembangunan. “Kami sudah sering berkoordinasi, namun momentum ini menjadi penting untuk membahas lebih fokus terkait kamtibmas dan percepatan pembangunan,” ungkapnya.
Selain itu, TNI juga menjalankan program strategis pembangunan Jembatan Perintis Garuda sebagai solusi atas kebutuhan infrastruktur di wilayah rawan bencana, termasuk di wilayah Korem 061/Suryakancana.
Menurut Thomas, pembangunan jembatan tersebut menjadi respons atas sejumlah kejadian jembatan hanyut yang menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di beberapa daerah. “Beberapa kejadian jembatan hanyut menjadi perhatian kami. Perbaikan dilakukan menggunakan anggaran TNI dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan setiap korem memiliki target pembangunan lima jembatan per bulan dengan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat dan hasil kajian teknis di lapangan. “Program TNI dirancang untuk melengkapi program pemerintah daerah, sehingga kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya. (Man)







