Kabarindo24jam.com | TIJUANA, Meksiko – Tim nasional Iran telah tiba di Tijuana, Meksiko, sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026, di tengah pembatasan ketat terkait izin masuk ke Amerika Serikat yang menjadi lokasi seluruh pertandingan fase grup mereka.
Menurut pernyataan Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, para pemain Iran diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan dan diwajibkan kembali ke Meksiko pada hari yang sama.
” Para pemain dapat masuk ke Amerika Serikat pada pagi hari dan harus kembali pada hari yang sama setelah pertandingan,” ujar Pasandideh kepada media lokal, dikutip dari sejumlah laporan internasional.
Pindah Basis ke Meksiko karena Kendala Visa
Awalnya, Iran direncanakan akan berbasis di Arizona, Amerika Serikat. Namun, akibat ketidakpastian visa dan pembatasan administratif terhadap sebagian anggota delegasi, federasi sepak bola Iran memindahkan kamp pelatihan ke Tijuana, kota perbatasan di Meksiko.
Laporan berbagai media internasional menyebutkan bahwa dari total delegasi, sejumlah pejabat dan staf pendukung belum memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat, meskipun para pemain inti telah mendapatkan visa.
Sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa keputusan pemindahan lokasi ini diambil untuk memastikan tim tetap berada dekat dengan lokasi pertandingan di Los Angeles dan Seattle.
Berdasarkan skema yang berlaku saat ini, Iran akan melakukan perjalanan lintas perbatasan dari Tijuana menuju stadion di Amerika Serikat hanya pada hari pertandingan.
Setelah laga selesai, tim diwajibkan kembali ke Meksiko pada hari yang sama, tanpa izin untuk menginap di wilayah Amerika Serikat.
Kondisi ini disebut sebagai salah satu pengaturan perjalanan paling tidak biasa dalam sejarah turnamen Piala Dunia modern, yang biasanya memungkinkan tim peserta menetap di negara tuan rumah selama turnamen berlangsung.
Konteks Diplomatik dan Keamanan
Kebijakan pembatasan ini muncul di tengah ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat, yang turut memengaruhi proses pengurusan visa dan mobilitas delegasi.
Otoritas Amerika Serikat menyatakan bahwa visa telah diberikan kepada pemain dan staf inti yang dianggap diperlukan untuk kompetisi, namun sejumlah permohonan lain ditolak dengan alasan keamanan.
Di sisi lain, pihak Iran menilai pembatasan tersebut sebagai hambatan administratif yang berdampak pada persiapan tim secara keseluruhan, termasuk koordinasi logistik dan pemulihan pemain.
Dampak pada Persiapan Tim
Pengamat olahraga menilai kebijakan perjalanan harian ini dapat memengaruhi ritme persiapan Iran selama turnamen, terutama terkait:
Waktu pemulihan pemain
Pola latihan menjelang pertandingan
Kelelahan akibat perjalanan lintas perbatasa, Keterbatasan adaptasi di lokasi pertandingan.
Hingga saat ini, Iran tetap dipastikan berpartisipasi dalam turnamen dan menjalani seluruh pertandingan fase grup di Amerika Serikat.
(Ls/*)







