Istri Wali Kota Bogor, Tokoh Inspiratif Pemerhati Anak, Diganjar Penghargaan KPAID

Kabarindo24jam.com .com | Bogor kota -Atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperjuangkan pemenuhan hak serta perlindungan anak, Istri Wali Kota Dedie Abdu Rachim yang juga Ketua PKK Kota Bogor, Yantie Rachim mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Pemerhati Anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Selasa (28/7/2026). Apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan atas komitmen Yantie Rachim yang selama bertahun-tahun aktif menggerakkan berbagai program sosial yang berorientasi pada kesejahteraan dan masa depan anak.

Bacaan Lainnya

Sejak tahun 2020, Yantie Rachim aktif dalam berbagai kegiatan sosial bersama Jabar Bergerak Chapter Kota Bogor. Melalui organisasi tersebut, ia terlibat langsung dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga.

Kedekatan Yantie Rachim dengan anak-anak menjadi salah satu kekuatan dalam setiap kegiatan yang dijalankannya. Ia dikenal selalu membangun komunikasi hangat, mendengarkan cerita, harapan, hingga berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak di lapangan.

Berbekal pengalaman tersebut, ia kemudian mengembangkan berbagai program nyata yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, mulai dari penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD), pendampingan transisi PAUD ke Sekolah Dasar, kegiatan posyandu, pencegahan stunting, edukasi ibu hamil, pemberian gizi seimbang, hingga kampanye pencegahan kanker pada anak.

Tak hanya itu, Yantie juga aktif memberikan dukungan kepada anak penyintas kanker, memperjuangkan program inklusi bagi anak berkebutuhan khusus dan anak yatim piatu, mendorong pencegahan perundungan (bullying), memberikan edukasi pengasuhan kepada orang tua, serta menginisiasi berbagai kegiatan yang bertujuan membangun karakter positif anak.

Salah satu program yang kini mendapat perhatian luas adalah Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif) yang diinisiasi sejak tahun 2022. Program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus perundungan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui Serbukatif, Yantie Rachim mengajak anak-anak, orang tua, guru, hingga masyarakat lintas generasi membiasakan penggunaan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter. Gerakan ini kemudian berkembang melalui berbagai roadshow ke sekolah-sekolah serta kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat secara luas.

Menurut Yantie, hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku perundungan sering kali berawal dari penggunaan kata-kata yang kasar, menghina, maupun merendahkan orang lain. “Gerakan itu melalui kajian dimana ditemukan salah satu penyebab bullying dimulai dari kata-kata kurang baik atau kasar,” kata Yantie dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (30/7/2026).

“Seperti menghina, mengumpat, dan berbagai macam kata lainnya. Dari situ kemudian muncul inisiasi gerakan membekali anak-anak dan orang tua, kemudian meluas kepada lintas generasi dengan gerakan kata-kata positif,” sambung dia.

Atas penghargaan yang diterima, Yantie Rachim menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung berbagai gerakan perlindungan anak yang telah dijalankan.

“Semoga saya bisa terus mempertahankan, melanjutkan, dan mengembangkan apa yang sudah dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak. Apa yang saya lakukan sebenarnya adalah naluri seorang ibu yang ingin melihat seluruh anak memperoleh hak dan perlindungan yang layak,” imbuhnya.

Yantie juga menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjangkau seluruh anak di Kota Bogor. Karena itu, ia membangun kolaborasi bersama berbagai komunitas, relawan, organisasi, serta masyarakat agar gerakan perlindungan anak dapat terus berkembang.

Ia pun membuka peluang bagi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi Gerakan Serbukatif sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. “Sangat terbuka untuk bersama-sama menyebarluaskan semangat positif ini. Tujuannya membangun karakter sebagai bagian dari perlindungan dan pemenuhan hak anak. Mudah-mudahan gerakan ini dapat menginspirasi daerah lain,” pungkas Yantie. (Man/Cok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *