Kamis, 2 Desember 2021

Jendral Dudung Ingin Low cost-High Impact untuk Bangun Postur TNI AD

JAKARTA — Jenderal TNI Dudung pertama kali menyampaikan pokok-pokok pikiran dan pandangannya selaku pemimpin Angkatan Darat. Selasa (23/11/2021), mantan Panglima Kodam Jaya dan Panglima Kostrad ini melakukan entry briefing dengan jajaran Mabes AD, Panglima Komando Utama, untuk menyampaikan visi dan misinya.

Dalam briefingnya, Dudung menjelaskan pembangunan postur TNI AD ke depan yang harus diwujudkan dengan berbasis prioritas, logis, konsisten, dan berorientasi pada waktu serta mengikuti kebijakan pemerintah.

Apalagi dua tahun terakhir merupakan tahun yang berat bagi perekonomian Indonesia akibat pandemi COVID-19 berkepanjangan yang mengakibatkan pemerintah harus melakukan refocusing dan realokasi anggaran yang tentunya berdampak juga pada anggaran pertahanan.

“Dampak dari pandemi COVID-19 pada perekonomian dan keuangan diperkirakan bukan hanya berdampak pada tahun ini saja, tetapi juga dapat berlanjut untuk beberapa tahun ke depan,” kata Dudung.

Oleh karena itu, TNI AD perlu merespons langkah yang diambil pemerintah dengan pengelolaan anggaran yang efisien namun tetap menghasilkan postur TNI AD yang optimal.

Keadaan sulit ini menjadi peluang untuk berbenah diri dengan melakukan perubahan dan penataan organisasi yang sudah ada dan meminimalisir pengadaan, secara bijaksana dan tepat.

Baca Juga :  90 Kementerian dan Lembaga Negara Telah Laksanakan Program Penyederhanaan Birokrasi

Dudung juga menyadari perlu perubahan kultur dalam organisasi TNI AD. Dia lantas menekankan kepada prajuritnya harus selalu lakukan kegiatan yang bermakna. “Jangan mendemonstrasikan kebodohan,” ucap dia.

Kalimat itu mengandung makna bahwa prajurit TNI AD harus memiliki kultur esensial dengan mengetahui esensi dari setiap kegiatan baik latihan, maupun tugas operasi. Latihan bukan sekadar menjalankan program, namun harus bermakna sesuai dengan realitas pertempuran.

“Latihan tidak harus selalu menang, agar dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang perlu ditingkatkan. Serta, latihan harus dapat mengintegrasikan seluruh komponen organisasi secara menyeluruh agar dapat mengetahui interaksi dan kesesuaian antar komponen tersebut,” kata Dudung.

Lebih lanjut, Dudung memiliki komitmen dapat melanjutkan transformasi TNI AD yang realistis. Ia sudah memikirkan bagaimana membangun postur TNI AD dengan prinsip ‘Low cost-High Impact’ atau menggunakan anggaran seminimal mungkin.

“TNI AD sebagai mesin perang memiliki beberapa komponen yang berhubungan satu dan lainnya, di mana harus berfungsi dengan baik, agar mesin dapat berjalan dengan optimal,” pungkasnya. (***/CP)

Latest news

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...
Baca Juga :  Habib Luthfi Diusung Jadi Rais Aam Pwngurus Besar Nadhlatul Ulama

UU Cipta Kerja Bertentangan Dengan UUD 45, Mahkamah Konstitusi Minta Perbaikan Materi

JAKARTA - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan UU Dasar Negara Republik Indonesia...

Wapres Perintah Panglima TNI Fokus Penanganan Keamanan di Papua

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Andika Perkasa mendapat perintah khusus dari orang nomor dua di Republik Indonesia, yakni Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf...

Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Pemda Harus Tingkatkan Realisasi Belanja 2021

JAKARTA -- Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan percepatan pemulihan ekonomi nasional, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian dengan tegas meminta pemerintah...

Dilantik Presiden, Jendral Andika Beri Pesan Khusus kepada Seluruh Prajurit TNI

JAKARTA--Jenderal Andika Perkasa resmi menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Rabu siang...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here