Kamis, 2 Desember 2021

Kakak Menteri Agama Sudah Dapat Restu Jadi Calon Ketua Umum Nadhlatul Ulama

JAKARTA — Setelah mendapat restu dari KH.Said Aqil Siradj — Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) sekaligus calon kompetitornya di arena Muktamar NU ke 34 pada Desember 2021 mendatang, KH.Yahya Cholil Staquf , menegaskan kesiapan dirinya menjadi calon Ketua Umum (Ketum).

Kakak kandung Menteri Agama yang saat ini menjabat Katib Aam PBNU tersebut, mengaku siap dicalonkan jadi Ketum dan bahkan dirinya sudah berkomunikasi dengan Said Aqil Siradj. “Iya betul (siap maju sebagai Caketum PBNU),” kata Yahya, Senin (11/10/2021).

Yahya bercerita sudah menemui Ketum PBNU Said Aqil Siraj untuk meminta restu dan mengutarakan niatnya untuk maju sebagai Caketum PBNU. Said, kata Yahya, merespons positif dan mempersilakan Yahya untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

“Saya sampaikan (ke Said) ‘saya mohon restu saya maju sebagai calon ketua umum’. Beliau persilakan “monggo-monggo”, iya mempersilakan,” kata Yahya yang merupakan anak dari almarhum KH.Cholil Bisri, salah satu tokoh besar NU.

Yahya lantas menjelaskan bila nanti terpilih, dirinya akan melakukan konsolidasi nasional dari tingkat PBNU, PWNU hingga PCNU. Gagasan itu ia bentuk karena melihat selama ini PBNU, PWNU dan PCNU kerap berjalan masing-masing dengan gagasannya sendiri-sendiri.

Dengan konsolidasi, Yahya yakin bisa memperkokoh kepengurusan NU di tingkat pusat hingga cabang. “Dan rupanya ini (gagasan) mudah ditangkap oleh PCNU. Nah saya juga sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak yang kita harapkan jadi semacam akselerator atau pihak yang membantu,,” kata dia.

Baca Juga :  Kapolri Tegas, Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Penembakan Laskar FPI

Tak hanya itu, Yahya juga memiliki gagasan melakukan aktivasi kegiatan ekonomi PCNU yang tersebar lebih dari 500 wilayah di Indonesia. Baginya, PCNU memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi umat Islam saat ini.

“Kita punya 500-an lebih cabang. Itu outlet ekonomi, semua orang bisa pakai, pemerintah bisa pakai untuk salurkan agenda-agenda, misalnya investasi, bisa dilakukan memanfaatkan ini. Jadi kita ingin aktivasi cabang agar bergerak untuk menjalankan agenda-agenda itu,” ucapnya.

Muktamar NU ke-34 akan dihelat pada 23-25 Desember mendatang. Sejumlah nama menyeruak dalam bursa calon ketua umum PBNU. Survei Indostrategic baru-baru ini memunculkan nama Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi dengan elektabilitas 22,2 persen.

Setelah Marzuki, menempel KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini. Selain itu ada nama tokoh muda Bahaudin Nursalim alias Gus Baha yang kondang sebagai penceramah.

Yahya tak menampik jika pengurus NU di level wilayah dan cabang banyak yang berkeinginan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU. Terlebih lagi, saat ini banyak tokoh-tokoh NU juga diisi oleh banyak kalangan muda. (***/CP)

Latest news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...
Baca Juga :  Presiden Ingatkan Jurnalis Juga Harus Memperhitungkan Dampak Pemberitaan

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan...

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...

KPK Minta Pengusaha dan Pejabat Jangan Lagi Lakukan Praktik Suap Menyuap

JAKARTA -- Kalangan atau para pengusaha di seluruh tanah air, khususnya yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah, diminta agar jangan lagi memberi suap kepada penyelenggara negara. Praktik...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here