Selasa, 26 Oktober 2021

Kasus Pemotongan Bantuan Pondok Pesantren, Kejati Banten Baru Tetapkan Satu Tersangka

SERANG – Setelah beberapa pekan lalu dilaporkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten akhirnya menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan Pondok Pesantren (ponpes) tahun anggaran 2020 senilai Rp 117 miliar.

Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana mengungkapkan, tersangka yang ditetapkan yakni ES (36). Penetapan ES sebagai tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap 21 penerima dana bantuan.

ES merupakan pihak swasta yang berperan memotong dana bantuan ponpes. “Kemarin sore penyidik sudah menetapkan tersangka dan menahan tersangka ES dalam dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana hibah ke pondok pesantren,” kata Asep kepada wartawan di Serang. Jumat (16/4/2021).

Dijelaskannya, penetapan tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti dan pemeriksaan sebanyak 21 orang saksi dari penerima dana bantuan Ponpes. “Penyidik sudah menemukan dua alat bukti dan mempertanggungjawabkan pidana dalam hal ini,” ujar Asep.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi terungkap, modus yang digunakan oleh ES untuk mendapatkan keuntungan seperti memberikan bantuan kepada ponpes fiktif. “Modus kedua, penyaluran (bantuan) lewat rekening tapi begitu sudah sampai cair masuk ke rekening pondok tapi diminta kembali, untuk dipotong,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Ada Intimidasi Intel Polri, Demokrat Klarifikasi Pernyataan Petingginya

Dijelaskan Asep, besaran potongan bantuan per ponpes oleh tersangka bervariasi dari Rp20 sampai Rp 30 juta. Akibatnya, perencanaan pembangunan ponpes tidak teralisasi.

“Bervariasi ada Rp 20 juta, Rp 15 juta, bantuan Ponpes kan ada Rp 40 juta. Jadi setengahnya. Awalnya ingin perencanaan bangun Ponpes nggak terlaksana karena disunat,” jelasnya.

Sekarang ini, tambah Asep, sudah dilakukan penahanan ED di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Serang selama 20 hari kedepan guna proses penyelidikan lebih lanjut. ED disangkakan Pasal 2 ayat 1, Pasal 3, jo 18 Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pidana pemberantasan korupsi.

Disinggung wartawan, Asep pun tak menampik akan ada tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi bantuan Ponpes tahun 2020 Iitu. “Kemungkinan ada tersangka lagi. Karena sangat banyak dan kami sudah meminta (keterangan) setiap Ponpes,” tandasnya. (***/Theo)

- Advertisement -

Latest news

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...
Baca Juga :  Rivalitas Kyai Said - Gus Yahya Menguat, Marwah NU dan Ulama Harus Tetap Dijaga

Pemerintah Kecamatan Cijeruk Dorong Perubahan UMKM Menjadi Modern

CIJERUK - Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cijeruk kini tengah berupaya meningkatkan pemulihan di sektor perekonomian seiring dengan melandainya pandemi Covid 19. Salah satu upaya...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Pol PP Kabupaten Bogor Tegas, Belasan Tempat Hiburan Malam Rata Dengan Tanah

BOGOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Kamis (21/10/2021), membongkar 19 bangunan yang dijadikan sebagai tempat hiburan malam (THM) seperti...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here