Rabu, 17 Agustus 2022

Kebijakan Penanganan Corona Membuat Pengusaha Pariwisata Terpukul

JAKARTA. Menjelang berakhirnya tahun 2020, pemerintah kembali memperketat kebijakan pembatasan sosial. Akibatnya dapat dipastikan, kebijakan ini berpotensi menekan lagi sektor bisnis perhotelan dan pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pemerintah kembali memperketat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran corona (Covid-19).

Pertama, pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) sekitar 75%. Kedua, pelarangan perayaan tahun baru di seluruh provinsi, dan pembatasan jam operasional mal, restoran, tempat hiburan sampai pukul 19:00 untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan pukul 20:00 WIB untuk zona merah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga :  Persiapan Buka Pariwisata Internasional, Indonesia Kerjasama dengan UNWTO

Terkait kebijakan tersebut, sejumlah pelaku usaha pariwisata di Jabotabek mengaku sangat terpukul. Akan tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa lantaran kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebarluasan Corona ialah yang terbaik untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kami, khususnya pengusaha perhotelan dan restoran jelas sangat terpukul, kondisi sekarang banyak yang guling tikar, yang bertahan pun terpaksa harus mengurangi pegawai dalam jumlah banyak karena tidak ada tamu menginap apalagi yg mengadakan acara di hotel,” imbuh GM Hotel Orri Cibinong Bogor, Parlin Kembaren, yang dihubungi kabarindo24jam, Kamis (16/12/2020). (CP)

Latest news

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Kue Mochi Produk UMKM Desa Cidereum Kabupaten Bogor Siap bersaing di Pasar

CARINGIN - Desa Cidereum Kecamatan Caringin-Kabupaten Bogor, selain memiliki potensi hasil bumi seperti pertanian dan hortikultura, juga memiliki produk pangan hasil Usaha Kecil Mikro...

Kemenparekraf Gulirkan Ragam Program untuk Kebangkitan Pariwisata

JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf dan Baparekraf) tengah berupaya untuk bisa membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.dengan...
Baca Juga :  Obyek Wisata Harus Tutup, Pemkab Garut Gelar Sidak

Kepala Baharkam Pastikan Keamanan World Super Bike di Kawasan Wisata Mandalika

LOMBOK TENGAH -- Untuk memastikan lancar dan suksesnya pengamanan event internasional,  Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto meninjau lokasi Sirkuit MotoGP...

Provinsi Jateng Juara di Lomba Pariwisata, Gubernur Diganjar Penghargaan Khusus

Semarang – Sejumlah destinasi wisata di wilayah provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi juara dalam ajang Trisakti Tourism Award 2021 di Jakarta, baru-baru ini. Selain itu,...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here