Selasa, 26 Oktober 2021

Kepala Bareskrim Tak Akan Tolerir Polisi Narkoba yang Nakal dan Tak Jaga Etika

JAKARTA — Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jendral (Komjen) Pol Agus Andrianto memberikan sejumlah penting kepada jajaran reserse narkoba se-tanah air, diantaranya mengutamakan prinsip kehati-hatian, menjaga etika dan tidak berlebihan dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, yang juga teramat penting adalah menjaga etika dan menghindari praktik nakal dalam penyelidikan maupun penyidikan. Kesemuanya sangat penting dicamkan oleh jajaran reserse narkoba agar kedepan mendapatkan hasil kerja yang sesuai harapan pimpinan maupun masyarakat luas.

Pesan tersebut disampaikan oleh Komjen Agus Andrianto saat memberikan sambutan dan membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Jajaran Tahun 2021 di Lantai 9 Aula Bareskrim Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

“Prinsip kehati-hatian tetap harus dipegang. Pelaku Narkoba pasti akan membenturkan dengan instansi lain. Juga terpenting adalah etika, bagaimana penyidik di lapangan dapat lebih profesional menjadi penyidik yang Presisi, karena arti Presisi itu adalah pas, tidak boleh kurang dan lebih,” kata Komjen Agus.

Mantan Kepala Polda Sumatera Utara dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri ini menegaskan dirinya tak mau kasus salah tangkap Perwira Menengah (Pamen) TNI Kolonel Chb I Wayan Sudarsana di Malang terulang lagi akibat mengabaikan prinsip kehati-hatian dan juga etika.

Baca Juga :  Angkat 56 Pegawai KPK jadi ASN Polri, Presiden dan Kapolri Tuai Pujian Publik

“Jangan sampai kejadian di Malang terulang kembali. Perlu juga pengawasan pimpinan yang lebih intens dalam menjalankan tugas penyelidikan di lapangan maupun penyidikan. Kita harus lebih profesional, polisi yang presisi,” ujarnya.

Alumni Akademi Kepolisian Tahun 1989 ini juga menekankan tidak mentolerir lagi praktik-praktik nakal penyidik Narkoba, seperti permainan pasal dan mengurangi barang bukti dengan maksud untuk diarahkan tersangka ke pecandu Narkoba. Hal ini tak boleh lagi terjadi, harus ada pengawasan dari pimpinan satuan dan unit,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Rakernis tersebut diikuti oleh para Direkrur Reserse Narkoba Polda seluruh Indonesia dan mengusung tema “Peningkatan Profesionalisme Penyidik Tindak Pidana Narkoba Guna Mewujudkan Polri yang Presisi”.

Dalam Rakernis ini, Kepala Bareskrim mengingatkan bahwa alokasi anggaran terbatas, sementara Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan darurat Narkoba. Karena itu, diperlukan sinergitas seluruh stakeholder dalam penanganan Narkoba dan rehabilitasi narapidana Narkoba.

“Spirit Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 adalah menyelamatkan anak bangsa. Ke depan harus menjadi prioritas kita, dimana pecandu narkoba wajib direhabilitasi,” katanya.

Jika rehabilitasi berjalan baik, jelas Agus, maka biaya pemeliharaan dan perawatan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan yang sebagian besar adalah tahanan kasus Narkoba, yang hampir Rp2 triliun setiap tahunnya dapat ditekan. (***/Cok)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Terkait Anggaran Pengadaan Tanah Munjul, KPK Segera Garap Anies Baswedan

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here