Jumat, 18 Juni 2021

Kepala Bareskrim Tak Akan Tolerir Polisi Narkoba yang Nakal dan Tak Jaga Etika

JAKARTA — Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jendral (Komjen) Pol Agus Andrianto memberikan sejumlah penting kepada jajaran reserse narkoba se-tanah air, diantaranya mengutamakan prinsip kehati-hatian, menjaga etika dan tidak berlebihan dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, yang juga teramat penting adalah menjaga etika dan menghindari praktik nakal dalam penyelidikan maupun penyidikan. Kesemuanya sangat penting dicamkan oleh jajaran reserse narkoba agar kedepan mendapatkan hasil kerja yang sesuai harapan pimpinan maupun masyarakat luas.

Pesan tersebut disampaikan oleh Komjen Agus Andrianto saat memberikan sambutan dan membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Jajaran Tahun 2021 di Lantai 9 Aula Bareskrim Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

“Prinsip kehati-hatian tetap harus dipegang. Pelaku Narkoba pasti akan membenturkan dengan instansi lain. Juga terpenting adalah etika, bagaimana penyidik di lapangan dapat lebih profesional menjadi penyidik yang Presisi, karena arti Presisi itu adalah pas, tidak boleh kurang dan lebih,” kata Komjen Agus.

Mantan Kepala Polda Sumatera Utara dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri ini menegaskan dirinya tak mau kasus salah tangkap Perwira Menengah (Pamen) TNI Kolonel Chb I Wayan Sudarsana di Malang terulang lagi akibat mengabaikan prinsip kehati-hatian dan juga etika.

Baca Juga :  BPKP Dapat Tugas Berat, Awasi Pengelolaan Keuangan Negara untuk Cegah Korupsi

“Jangan sampai kejadian di Malang terulang kembali. Perlu juga pengawasan pimpinan yang lebih intens dalam menjalankan tugas penyelidikan di lapangan maupun penyidikan. Kita harus lebih profesional, polisi yang presisi,” ujarnya.

Alumni Akademi Kepolisian Tahun 1989 ini juga menekankan tidak mentolerir lagi praktik-praktik nakal penyidik Narkoba, seperti permainan pasal dan mengurangi barang bukti dengan maksud untuk diarahkan tersangka ke pecandu Narkoba. Hal ini tak boleh lagi terjadi, harus ada pengawasan dari pimpinan satuan dan unit,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Rakernis tersebut diikuti oleh para Direkrur Reserse Narkoba Polda seluruh Indonesia dan mengusung tema “Peningkatan Profesionalisme Penyidik Tindak Pidana Narkoba Guna Mewujudkan Polri yang Presisi”.

Dalam Rakernis ini, Kepala Bareskrim mengingatkan bahwa alokasi anggaran terbatas, sementara Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan darurat Narkoba. Karena itu, diperlukan sinergitas seluruh stakeholder dalam penanganan Narkoba dan rehabilitasi narapidana Narkoba.

“Spirit Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 adalah menyelamatkan anak bangsa. Ke depan harus menjadi prioritas kita, dimana pecandu narkoba wajib direhabilitasi,” katanya.

Jika rehabilitasi berjalan baik, jelas Agus, maka biaya pemeliharaan dan perawatan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan yang sebagian besar adalah tahanan kasus Narkoba, yang hampir Rp2 triliun setiap tahunnya dapat ditekan. (***/Cok)

- Advertisement -

Latest news

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...
Baca Juga :  BPKP Dapat Tugas Berat, Awasi Pengelolaan Keuangan Negara untuk Cegah Korupsi

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here