Kamis, 17 Juni 2021

Sebagai Eks Panglima TNI, Moeldoko Akan Terus Jaga Demokrasi dan Pancasila

JAKARTA — Pertikaian Kubu Jendral TNI Purnawirawan Moeldoko dengan seniornya, Jendral Purn Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait kepemimpinan Partai Demokrat mengundang beragam tanggapan, pertanyaan dan bahkan tuduhan berkhianat di kalangan militer aktif dan pensiunan.

Menanggapi hal itu, Moeldoko akhirnya angkat suara melalui video yang unggah di akun Instagram pribadinya @dr_moeldoko pada Selasa (30/3/2021). Ia menegaskan sebagai mantan Panglima TNI, dirinya tak berubah dan tidak akan pernah berubah

“Ini Moeldoko tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah. Kita perlu kritis melihat tuduhan itu,  tergantung bagaimana konteksnya dan siapa yang berbicara,” kata mantan Kepala Staf TNI AD itu.

Moeldoko yakin Prajurit TNI tidak akan mudah diprovokasi, karena selama memimpin, dirinya selalu menanamkan kebajikan, kesejahteraan dan profesionalisme, “Dan saya tidak pernah membuat prajurit merintih, dan seluruh prajurit tahu tentang itu,” ujarnya.

Moeldoko juga menegaskan bahwa terpilihnya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB adalah hak politiknya selaku warga negara. “Pilihan saya ini adalah hak politik saya sebagai seorang sipil,, bukan karena ambisi atau mengejar jabatan,” katanya.

Ketika bertugas di militer, tambah Moeldoko, tugasnya mengawal stabilitas dan juga demokrasi. Ketika bertugas sebagai Panglima TNI, tugas besar yang dilakukannya adalah bagaimana menjaga stabilitas dan mengawal jalannya demokrasi yang dinamis.

Baca Juga :  Reserse Narkoba Geledah Kolonel, Kapolresta Malang Tindak Tegas Anak Buahnya

“TNI bermain di ruang sempit, tetapi dengan seni kepemimpinan, situasi itu saya hadapi. Dan pada pemilu 2014 yang begitu berat, semuanya telah berjalan dengan baik dan juga kondusif,” sambungnya.

Dikatakannya lagi, selaku warga sipil ia tetap konsisten dan selalu menjaga demokrasi. “Saya tetap konsisten dengan tugas menjaga demokrasi yang telah melekat di hati saya. Mengalir dalam darah saya,” imbuhnya.

Jebolan Akademi Militer 1981 ini pun menyesalkan jika kini ada orang-orang yang berpolitik dengan cara-cara mencari perhatian dan membonceng kanan-kiri, mengorbankan jiwa nasionalismenya, jiwa Pancasilanya. “Padahal tidak ada yang menggubrisnya,” tegas Moeldoko.

Ditambahkannya, bahwa sifat dirinya jauh seperti apa yang di isukan terkait dengan terpilihnya Ketum Demokrat hasil KLB, ia tidak seperti itu. Dirinya pun tidak pernah mengemis untuk mendapat pangkat dan jabatan. Apalagi, menggadaikan yang selama ini diperjuangkannya.

“Saya konsisten, saya rela mempertaruhkan leher saya untuk terus menegakkan Pancasila dan berkibarnya Merah Putih. Tetapi, jika ada yang berusaha merusak ke Indonesiaan kita. Saya akan berdiri memimpin untuk meruntuhkannya,” pungkas Kepala Staf Presiden itu. (CP/***)

- Advertisement -

Latest news

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...
Baca Juga :  Mau Diperiksa KPK pada Hari Keramat, Azis Syamsuddin Kirim Surat Ada Kegiatan Lain

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Hendropriyono Merasa Terhina atas Pemberitaan Dirinya Melobi Presiden untuk Menantunya

JAKARTA -- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono atau sering disebut A.M. Hendropriyono merasa geram dan terhina atas...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here