Rabu, 26 Januari 2022

Konflik Elite di Tunisia Berbuntut Pemecatan Perdana Menteri dan Kekacauan Politik

TUNISIA – Perdana Menteri Tunisia Hichem Mechichi mengumumkan, bahwa dia akan menyerahkan tugasnya kepada perdana menteri baru yang ditunjuk oleh Presiden Kais Saied. Hal itu dikemukakan Hichem setelah dirinya dipecat oleh Presiden pada Minggu 25 Juli 2021.

Mechichi merilis pernyataan tersebut melalui akun media sosialnya pada Senin (26/7/2021), mengatakan dia tidak akan memainkan peran obstruktif dalam memperumit situasi di Tunisia. Dia juga menegaskan tiidak akan mengambil posisi karena dia melindungi keamanan dan hak semua warga Tunisia.

Pada Minggu lalu, Presiden Kais Saied mengumumkan bahwa dia telah menangguhkan kekuasaan parlemen Tunisia serta kekebalan para deputinya, memecat Perdana Menteri Mechichi dan mengatakan mengambil alih kekuasaan eksekutif dengan seorang perdana menteri baru yang akan dia tunjuk.

Saied juga mendeklarasikan dirinya menjabat sebagai jaksa agung. Tak lama setelah pernyataan Presiden diumumkan, tentara kemudian melarang Ketua Parlemen Rached Ghannouchi dan para wakilnya memasuki gedung parlemen.

Sebagai informasi, sejak Januari lalu Tunisia memang berada dalam pusaran konflik politik antara Saied dan Mechichi atas perombakan pemerintah yang ditolak oleh Saied. Negara itu juga menghadapi krisis ekonomi dan kasus kasus Covid-19 di tengah kemungkinan kolapsnya sistem kesehatan negara.

Sementara itu, dilaporkan terjadi bentrokan antar-pengunjuk rasa di depan gedung parlemen Tunisia pada Senin sore (26/7). Aksi demo muncul setelah militer Tunisia memblokade gedung parlemen di Ibu Kota Tunis sejak Senin pagi dan melarang pegawai pemerintah memasuki gedung parlemen.

Baca Juga :  Ulah Militer Bikin Chaos Politik, Presiden dan Perdana Menteri Mali Mengundurkan Diri

Ratusan pendukung Saied dan pendukung partai terbesar dalam koalisi pemerintahan, Ennahdha, sama-sama menggelar unjuk rasa di depan gedung parlemen. Aksi saling hina, saling dorong dan lempar botol pun terjadi antara kedua kubu.

Kantor berita Reuters melaporkan para pendukung Sied melempar tembakan dan batu ke arah pendukung Ennahdha yang melakukan aksi demo dengan duduk di depan gerbang parlemen.

Dikabarkan, tindakan Presiden Sied memecat perdana menteri, memicu luapan kegembiraan dan rasa lega para pendukungnya. Kerumunan besar turun ke jalanan-jalan ibu kota dan kota besar lainnya pada Minggu (25/7) untuk merayakan sambil mengibarkan bendera nasional.

Langkah dramatis Presiden Saied ini dilakukan meski konstitusi Tunisia menerapkan sistem demokrasi parlementer yang sebagian besar membatasi kekuasaan presiden soal isu keamanan dan diplomasi.

Dalam konstitusi Tunisia, presiden merupakan kepala negara sementara perdana menteri duduk sebagai kepala pemerintahan. Ennahdha mengecam langkah Saied dan menyebut langkah presiden sebagai “kudeta terhadap revolusi dan melawan konstitusi.”

Sebelum pemecatan Mechichi dan pembubaran parlemen, ribuan warga telah berdemo di beberapa kota memprotes kinerja Ennahdha karena kegagalan mereka menangani pandemi Covid-19.

Latest news

Terbukti Korupsi, Pengadilan Banding Kuatkan Vonis Bersalah Mantan Pemimpin Malaysia

KUALA LUMPUR -- Pengadilan banding Federal Malaysia mengukuhkan vonis bersalah terhadap mantan Perdana Menteri Najib Razak yang tahun lalu dijatuhkan pengadilan tinggi. Dimana Najib dihukum12...
Baca Juga :  Aksi Tolak Kudeta Terus Terjadi, Rakyat Myanmar Bersiap Hadapi Aparat Militer

Sudan Menuju Damai, Rezim Militer Segera Kembalikan Posisi Perdana Menteri

KHARTOUM - Menyusul aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh wilayah negeri menolak kudeta militer medio Oktober 2021 lalu, para pemimpin militer dan sipil Sudan intens...

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Abaikan Dukungan Oposisi, Leni Robredo Maju ke Pilpres Filipina Lewat Jalur Independen

MANILA -- Politisi perempuan terpopuler yang saat ini menjabat Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo, akhirnya memberikan kepastian bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden...

Pemilihan Presiden Filipina Dimulai, Koalisi Oposisi Usung Wapres Leni Robredo

MANILA - Pamor Wakil Presiden (Wapres) Filipina, Leni Robredo, kini kian mengkilap setelah ditetapkan oleh Koalisi oposisi Filipina sebagai kandidat Presiden dalam Pemilihan Umum...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here