Kabarindo24jam.com | Bogor kota -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan peringatan Hari Tatar Sunda melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 003.05/Kep.159-Adpim/2026.
Pada tahun 2026, peringatan Milangkala Tatar Sunda diisi dengan rangkaian panjang kegiatan budaya bertajuk Kirab Budaya Tatar Sunda “Napak Tilas Padjadjaran”. Di mana, Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang akan dilintasi kirab.
Sebelum tiba di kota hujan, rangkaian kirab telah dilaksanakan di beberapa daerah, di antaranya Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur. Kota Bogor dijadwalkan menerima rombongan kirab pada Jumat (8/5) malam.
Adapun Kirab Budaya Bogor akan dimulai dari Museum Pajajaran Bogor menuju Simpang Batutulis, dilanjutkan ke arah Jalan NV. Sidik sampai Simpang Ahoy. Kemudian contraflow ke Jalan Siliwangi hingga Lawang Suryakencana dengan total lintasan sekitar 3,2 kilometer. Rekayasa lalu lintas akan dimulai sejak pukul 14.00 – 22.00 WIB.
Acara ini akan semakin semarak dengan partisipasi kesenian dari 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat, 14 kampung adat di Jawa Barat, 885 seniman budaya, serta penampilan istimewa dari 20 penari Bali sebagai simbol persaudaraan budaya Nusantara.
Untuk susunan peserta Kirab Budaya Bogor akan diawali Janur buah 9, penari Bali dan Sunda, payung, kuda pengawal, kuda tunggang gubernur, kereta Kijagarasa (mahkota binokasih), Puragabhaya Keraton Sumedang. Kemudian, Kereta Nyi Mas Melati, Kereta Ki Jaga Sunda, kuda tunggang wakil gubernur, kuda tunggang wali kota, kuda tunggang VIP, dan iring-iringan 27 kesenian kabupaten/kota.
Mahkota Binokasih tiba di Kota Bogor pada Kamis, (7/5/2026), yang disambut langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Firdaus. Saat ini, Mahkota Binokasih disimpan sementara di eks Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah (Bakorwil) di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, sebelum dilakukan kirab budaya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sebelumnya mengajak seluruh jajaran Pemkot Bogor untuk bersama-sama menyukseskan rangkaian acara, termasuk melalui kegiatan bebersih di kawasan Bumi Ageung Batutulis sebagai salah satu lokasi utama prosesi budaya.
“Sebelum kegiatan, kita akan melaksanakan bebersih di Bumi Ageung. Kegiatan besar ini harus didukung bersama-sama. Aparatur wilayah dan seluruh elemen harus mendukung agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujar Dedie Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (4/5).
Dedie Rachim berharap pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor ini menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya Sunda sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Atas nama Pemerintah Kota Bogor, ia mengajak seluruh warga untuk hadir, menyaksikan, dan bersama-sama menjaga kelancaran Kirab Budaya Bogor sebagai wujud kecintaan kita terhadap budaya Sunda dan kekayaan budaya Indonesia.
Pemkot Bogor juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas adanya pengalihan arus lalu lintas pada pukul 18.00 – 22.00 WIB di Simpang Jalan Suryakencana dan Simpang Lawanggintung dikarenakan ada Kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
“Bagi yang akan melintas jalur tersebut silahkan perhatikan waktu pelaksanaan dan gunakan jalur alternatif. Diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama,” katanya. (Man)







