Kriminalitas Jalanan di Jakarta Melonjak Akibat Masalah Ekonomi dan Ketimpangan Sosial

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan tagar ‘Jakarta Darurat Begal’ menyusul banyaknya kasus begal yang terjadi belakangan ini. Kejahatan begal yang terjadi membuat masyarakat Jakarta dan sekitarnya khawatir, khususnya para pekerja yang sering pulang malam.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mengemukakan, bahwa lonjakan kriminalitas jalanan harus dibaca bukan hanya sebagai persoalan keamanan, tetapi juga sebagai indikator tekanan sosial-ekonomi di perkotaan.

Bacaan Lainnya

“Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan seperti aksi begal itu, berpotensi terus berulang,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (29/5/2026).

Selain itu, Gilang juga menyebut penindakan kejahatan jalanan seperti begal harus dibarengi juga dengan pembenahan infrastruktur seperti penerangan jalan umum dan CCTV. “Kemudian Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,” tegas dia seraya menekankan pentingnya mengatasi pasar penadah barang curian.

Ia menilai saat ini begal semakin nekat dan terang-terangan, bahkan sebuah rekaman video viral menunjukkan pelaku membawa senjata tajam hingga diduga senjata api untuk mengintimidasi korban.

“Dan kasus begal yang beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan juga menjadi bukti adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku. Faktor ini harusnya mendapat intervensi penanganan,” seru Legislator dari Dapil Jawa Tengah II itu.

Di sisi lain, Gilang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di jalanan. Ia juga mendorong warga agar terus memantau perkembangan informasi mengenai kejahatan begal, termasuk memahami modus-modus yang sering dilakukan pelaku sehingga bisa segera menghindar dan mencari pertolongan.

Mulai dari menghindari melintasi jalanan sepi atau minim penerangan sendirian, terutama pada larut malam hingga membawa peralatan pengaman diri seperti pepper spray. Khususnya di wilayah zona merah seperti di Jakarta Barat yang sampai dijuluki ‘Gotham City’ oleh netizen. “Saat berada dalam situasi terdesak dan nyawa terancam, tetap utamakan keselamatan diri,” imbuhnya. (Lou/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *