Kabarindo24jam.com | Beit Shemesh – Sebuah ledakan besar disertai kobaran api dan asap tebal terjadi di area dekat kota Beit Shemesh, wilayah barat Yerusalem, Israel, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026 waktu setempat. Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga setelah dentuman keras dan cahaya api terlihat dari jarak cukup jauh.
Namun, perusahaan pertahanan milik negara Israel, Tomer, menyatakan bahwa ledakan tersebut bukan kecelakaan maupun serangan, melainkan bagian dari eksperimen dan uji coba mesin roket yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Menurut keterangan resmi perusahaan, aktivitas itu merupakan “uji coba yang direncanakan sebelumnya dan dilakukan sesuai rencana.” Uji coba disebut berlangsung secara terkendali di fasilitas pengujian milik perusahaan di kawasan Beit Shemesh.
Media lokal dan sejumlah laporan internasional menyebutkan ledakan berasal dari area pengujian mesin pendorong roket dan rudal yang dioperasikan Tomer. Perusahaan tersebut diketahui mengembangkan berbagai sistem propulsi untuk kebutuhan pertahanan udara, laut, darat, hingga antariksa Israel.
Produk yang dikembangkan antara lain mesin rudal Arrow (Jetz), sistem satelit Ofek, serta roket Rampage dan Barak MX.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan bola api besar dan kepulan asap menyerupai awan jamur membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Ledakan dilaporkan terdengar hingga ke sejumlah komunitas di sekitar wilayah Yerusalem bagian barat.
Meski visual ledakan terlihat besar, laporan media Israel menyebut tidak ada korban jiwa maupun kerusakan properti akibat uji coba tersebut.
Pihak perusahaan juga menegaskan proses pengujian berlangsung dalam kondisi terkendali dan berhasil diselesaikan sesuai parameter yang telah ditetapkan.
Hingga kini, otoritas maupun perusahaan belum merinci secara spesifik tujuan teknis dari pengujian tersebut. Namun, eksperimen semacam ini umumnya dilakukan untuk menguji performa, daya dorong, stabilitas pembakaran, serta tingkat keamanan mesin roket sebelum digunakan dalam sistem pertahanan maupun peluncuran teknologi kedirgantaraan.
Insiden ini sempat memunculkan spekulasi di media sosial karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional di Timur Tengah. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada indikasi resmi yang mengarah pada serangan eksternal atau kecelakaan industri.
(Ls/*)







