Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Masyarakat ‘Kota Hujan’ terlihat sangat antusias mengikuti dalam sayembara desain logo dan visual Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Diikuti 117 peserta dari berbagai wilayah ini, tema “Bogor Nanjeur” diusung sebagai representasi semangat kota yang terus tumbuh dan berkembang di tengah berbagai tantangan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menilai logo HJB bukan sekadar identitas visual, tetapi juga simbol harapan masyarakat. “Logo HJB ke-544 ini menjadi bagian dari harapan warga yang tetap tegar berdiri meski menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik melalui pelayanan publik,” kata Dedie dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (5/5/2026).
Menurut Dedie, sayembara logo menjadi salah satu terobosan dalam mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan ini, imbuh Dedie, ruang partisipasi publik dibuka lebih luas agar warga turut berkontribusi dalam perayaan hari jadi kota.
Adapun proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari kalangan profesional desain, termasuk desainer grafis dan peneliti visual. Kriteria penilaian meliputi kekuatan konsep, kesesuaian tema, keterbacaan, hingga fleksibilitas penggunaan logo di berbagai media.
Sementara itu, Ketua Panitia HJB ke-544, Iceu Pujiati, mengatakan pihaknya terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam rangkaian kegiatan. “Saat ini kami terus melakukan upaya agar masyarakat juga turut terlibat dalam seluruh kegiatan HJB,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pelayanan kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan kegiatan tahun ini. Berbagai agenda dirancang hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar lebih dekat dan efektif dalam menjangkau warga.
Selain itu, Pemerintah Kota Bogor juga berencana memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam perayaan HJB ke-544. Sinergi antarwilayah ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih luas serta memperkuat identitas Bogor sebagai satu kesatuan yang terus berkembang.
Wali Kota Dedie menambahkan, akan ada tiga acara pokok dalam perayaan HBJ pada tanggal 3 Juni mendatang. “Yaitu upacara di Balaikota, paripurna istimewa DPRD, dan ditambah peluncuran hymne Kota Bogor yang hasil sayembara tahun lalu namun akan dilaunching di tanggal 3 Juni nanti di DPRD,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot juga berencana untuk melakukan penanaman di areal PSEL Kayu Manis -Kecamatan Tanah Sareal. Untuk kirab budaya, sambung Dedie, akan tetap diadakan. Namun tanggal pelaksanaannya sendiri yakni tanggal 28 Juni 2026. “Saat ini masih diperdebatkan untuk dilaksanakan pagi hari bersamaan dengan car free day atau seperti tahun lalu di malam hari,” ujarnya. (Zie/*)







