Kabarindo24jam.com | BOGOR – Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum refleksi atas perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia. Gagasan besar yang diwariskan R.A. Kartini tidak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga terus menginspirasi pemikiran tokoh bangsa, termasuk Soekarno.
Dalam buku Sarinah, Bung Karno menempatkan pemikiran dan perjuangan Kartini sebagai fondasi penting dalam membangkitkan kesadaran perempuan Indonesia.
Ia menilai, emansipasi bukan sekadar kebebasan, tetapi juga upaya membebaskan kaum perempuan dan keluarga dari berbagai bentuk penindasan serta warisan penjajahan.
Lebih jauh, Soekarno juga memadukan nilai-nilai yang ia peroleh dari Sarinah—pengasuhnya sejak kecil—yang menanamkan ajaran kasih sayang, kemanusiaan, dan kepedulian sosial.
Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam konsep perjuangan perempuan yang tidak hanya berorientasi pada kesetaraan, tetapi juga pada kemanusiaan yang utuh.
Semangat Kartini yang berpadu dengan ajaran “Sarinah” ini menjadi pengingat bahwa peran perempuan Indonesia memiliki dimensi luas: sebagai agen perubahan yang membebaskan, sekaligus penjaga nilai kasih sayang dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Melalui peringatan Hari Kartini, diharapkan perempuan Indonesia terus menguatkan peran strategisnya dengan sikap dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial, sebagai bagian dari upaya membangun bangsa yang lebih adil dan beradab.
(Vayireh Sitohang — Bogor)







