Rabu, 26 Januari 2022

Stabilkan Situasi Keamanan, Presiden Kazakhstan Undang Pasukan Keamanan Rusia

NUR SULTAN — Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, menegaskan bahwa pihaknya telah mendatangkan banyak pasukan untuk menjaga perdamaian di negara itu sampai keadaan atau situasi keamanan membaik. Pasukan itu didatangkan dari Rusia dan beberapa negara lainnya.

Selanjutnya, Presiden Tokayev telah memerintahkan aparat keamanan untuk menembak para perusuh tanpa peringatan. Dia menegaskan, siapa pun yang menyebabkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban di negara itu bakal “dibasmi”.

Dia menuturkan, ada 20.000 ‘bandit’ yang menyerang Almaty, kota terbesar di negara itu. “Mereka menghancurkan properti negara dan merusak fasilitas publik,” kata Tokayev dalam pidato yang disiarkan televisi setempat, Sabtu dinihari (8/1/2022).

Menurut Tokayev, pasukan penjaga perdamaian yang dikirim dari Rusia dan negara-negara tetangga telah tiba atas permintaan Kazakhstan. Para tentara itu akan berada di negara itu untuk sementara waktu sampai keamanan di sana stabil kembali.

Tokayev juga berterima kasih kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta para pemimpin China, Uzbekistan, dan Turki atas bantuan mereka dalam memadamkan pemberontakan di negaranya.

Aksi protes massa yang kian meningkat, mengguncang Kazakhstan sejak Minggu (2/1/2022) lalu. Warga menentang kenaikan harga bahan bakar gas cair yang ditetapkan pemerintah. Demonstrasi pada awalnya bermula di bagian barat negara itu, namun menyebar ke Almaty dan Ibu Kota Kazakhstan, Nur-Sultan.

Baca Juga :  Perdana Menteri Malaysia Diambang Kejatuhan Setelah Konflik Dengan Raja

Aksi protes yang melanda Kazakhstan kali ini adalah yang terburuk sejak negara itu merdeka dari Uni Soviet. Belasana aparat keamanan tewas. Suasana di sejumlah kota utama Kazakhstan pun mencekam.

Kantor berita Reuters di Almaty melaporkan, kediaman presiden Kazakhstan dan kantor wali kota Almaty telah dibakar massa. Pada Kamis (6/1/2022) sore, bandara kota, yang sebelumnya direbut oleh pengunjuk rasa, kini berada di bawah kendali kuat personel militer. Sementara mobil-mobil yang terbakar tampak berserakan di jalan-jalan.

Sebagai informasi, Kazakhstan adalah ekonomi terbesar di Asia Tengah, dengan kandungan hidrokarbon dan logam yang kaya. Ini telah menarik ratusan miliar dolar dalam investasi asing sejak merdeka pada tahun 1991.

Negara itu adalah produsen uranium yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir. Khazakstan juga adalah pengekspor minyak terbesar kesembilan di dunia, memproduksi sekitar 85,7 juta ton pada tahun 2021, dan produsen batu bara terbesar ke-10.

Negara itu juga merupakan penambang bitcoin terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. “Hashrate” Bitcoin – ukuran daya komputasi mesin yang terhubung ke jaringannya – turun lebih dari 10% pada hari Rabu setelah internet Kazakhstan dimatikan. (***/CP)

Latest news

Sudan Menuju Damai, Rezim Militer Segera Kembalikan Posisi Perdana Menteri

KHARTOUM - Menyusul aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh wilayah negeri menolak kudeta militer medio Oktober 2021 lalu, para pemimpin militer dan sipil Sudan intens...
Baca Juga :  DPR Amerika Serikat Makzulkan Trump, Senat Menolak

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Abaikan Dukungan Oposisi, Leni Robredo Maju ke Pilpres Filipina Lewat Jalur Independen

MANILA -- Politisi perempuan terpopuler yang saat ini menjabat Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo, akhirnya memberikan kepastian bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden...

Pemilihan Presiden Filipina Dimulai, Koalisi Oposisi Usung Wapres Leni Robredo

MANILA - Pamor Wakil Presiden (Wapres) Filipina, Leni Robredo, kini kian mengkilap setelah ditetapkan oleh Koalisi oposisi Filipina sebagai kandidat Presiden dalam Pemilihan Umum...

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM - Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here