Sabtu, 24 Juli 2021

Ulah Militer Bikin Chaos Politik, Presiden dan Perdana Menteri Mali Mengundurkan Diri

BAMAKO — Menyusul kekacauan politik setelah penangkapan para pemimpin utama oleh pihak militer, Presiden sementara dan perdana menteri negara Mali akhirnya mengundurkan diri, Rabu (26/5/2021). Pernyataan pengunduran diri keduanya dirilis oleh kantor Wakil Presiden Mali yang juga adalah pemimpin tertinggi militer, Assimi Goita.

Situasi ini dinilai pengamat internasional dan pihak-pihak dalam negeri Mali, akan memperdalam krisis politik di negara miskin tersebut, dan juga berpotensi menimbulkan perselisihan dengan kekuatan lokal maupun internasional.

Sebelumnya, Presiden sementara Bah Ndaw dan Perdana Menteri, Moctar Ouane dibawa paksa ke pangkalan militer di luar ibu kota pada Senin (25/5/2021). Ini terjadi setelah perombakan kabinet di mana dua perwira militer kehilangan jabatan tanpa dikonsultasikan dengan Wapres Assimi Goita.

Intervensi yang dipimpin oleh Wakil Presiden, Assimi Goita, inilah yang dianggap telah membahayakan transisi Mali kembali ke demokrasi setelah kudeta bulan Agustus 2020 lalu. Kudeta tersebut menggulingkan mantan Presiden, Ibrahim Boubacar Keita.

Apa yang terjadi di Mali ini memicu kecaman internasional seperti halnya yang terjadi di Myanmar dan menimbulkan kekhawatiran krisis politik berkepanjangan di Bamako yang dapat mempengaruhi keamanan regional.

Assimi Goita adalah seorang kolonel sekaligus pemimpin tertinggi militer yang juga mengatur kudeta tahun lalu. Dia pun berjanji pemilu yang direncanakan tahun depan akan terus berjalan dan menghasilkan kepemimpinan yang demokratis.

“Presiden dan perdana menterinya telah mengundurkan diri. Negosiasi sedang berlangsung untuk pembebasan mereka dan pembentukan pemerintahan baru,” kata ajudan Wapres, Baba Cisee, seperti dikutip dari kantor berita internasional Reuters, Kamis (27/5/2021.

Baca Juga :  WNA Masuk Indonesia Harus Sudah Divaksin dan Hasil Tes PCR Bebas Covid

Goita sendiri telah membela tindakannya, dengan mengatakan presiden dan perdana menteri telah melanggar piagam transisi yang sudah disepakati secara bersama, dengan tidak berkonsultasi dengannya tentang kabinet baru.

Dia juga menuduh pemerintah saat ini salah menangani ketegangan sosial di Mali, termasuk pemogokan oleh serikat utama, sehingga terjadi kekisruhan politik yang berdampak pada stabilitas negara.

Terkait kudeta di Mali, Departemen Luar Negeri AS telah menunda bantuan untuk pasukan keamanan dan pertahanan negara. AS juga menyerukan ‘pembebasan segera dan tanpa syarat atas penahanan 3 pejabat Mali dan dimulainya kembali transisi yang dipimpin sipil.

Cisse mengatakan, kedua pemimpin akan dibebaskan tetapi tidak segera, karena pertimbangan keamanan. Dan Pengunduran diri Presiden serta Perdana Menteri datang ketika delegasi dari Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) mengunjungi Mali untuk menekan militer.

Dalam pertemuan Selasa malam (25/5/2021) dengan Goita, delegasi yang dipimpin oleh mantan Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan itu, ECOWAS berkeras menginginkan transisi yang dipimpin oleh sipil ke demokrasi terus berlanjut.

ECOWAS sendiri memberlakukan sanksi, termasuk penutupan perbatasan, di Mali setelah kudeta pada Agustus, sebelum mencabutnya ketika junta Goita menyetujui transisi yang dipimpin sipil selama 18 bulan.

Negara tetangga Mali dan kekuatan internasional khawatir krisis itu dapat semakin mengguncang negara yang telah digunakan oleh kelompok-kelompok Islam yang terkait dengan al-Qaidah dan ISIS sebagai landasan peluncuran serangan di seluruh wilayah. (****/CP)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Rakyat Dibunuh dan Dipenjarakan, Pemimpin Sipil Myanmar Segera Gelar Revolusi Lawan Militer

WNA Masuk Indonesia Harus Sudah Divaksin dan Hasil Tes PCR Bebas Covid

JAKARTA - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan Pemerintah akan lebih tegas terhadap Warga Negara Asing (WNA) terkait dengan pelaksanaan PPKM darurat...

Menuai Pro-Kontra, Zuhairi Misrawai Diganti Abdul Aziz Sebagai Dubes untuk Arab Saudi

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mengirimkan 33 nama calon duta besar (dubes) RI untuk negara-negara sahabat pada 4 Juni 2021 lalu...

Konsisten Perangi Korupsi, Tokoh Garis Keras Terpilih Jadi Presiden Iran

TEHERAN -- Ketua Mahkamah Agung yang dikenal sebagai tokoh garis keras di Iran, Ebrahim Raisi terpilih menjadi presiden Iran yang baru. Ebrahim Raisi menang telak...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...

Benjamin Netanyahu Lengser, Tapi PM Israel yang Baru Tetap Keras Terhadap Palestina

TEL AVIV -- Parlemen Israel akhirnya menyetujui pemerintahan koalisi baru Israel yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett, Minggu (13/6) waktu setempat. Ini menandai berakhirnya...
- Advertisement -

Related news

Soal Maldministrasi Tes Pegawai KPK, Ombudsman Diminta Tak Intervensi

JAKARTA -- Temuan Ombudsman RI soal dugaan maladministrasi pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) alih status pegawai KPK menjadi ASN, dipertanyakan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda...

Pendidikan Berbasis Digital Jadi Solusi Atas Kebutuhan Sumber Daya Manusia

JAKARTA -- Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), kampus unggulan yang fokus pada pendidikan berbasis digital kini hadir di Indonesia. UICI menawarkan program studi yang relevan...

Panglima TNI Kembali Mutasi Ratusan Jendral dan Kolonel

JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan mutasi para jendral dan kolonel di lingkungan Markas Besar TNI dan tiga matra. Kali ini, sebanyak...

Kapolri Minta Jajarannya Kawal Kepala Daerah untuk Segera Realisasikan Belanja APBD

JAKARTA -- Realisasi atau capaian belanja daerah pada Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) di masa pandemi Covid dinilai sangat rendah. Pemerintah pun kini mendorong...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here