Penerbangan Tujuan AS Dialihkan ke Kanada Usai Penumpang Terkait Pembatasan Ebola Naik Pesawat

Kabarindo24jam.com | MONTREAL – Sebuah penerbangan internasional tujuan Amerika Serikat dialihkan ke Kanada setelah ditemukan adanya penumpang yang seharusnya masuk dalam pembatasan perjalanan terkait wabah Ebola di Afrika Tengah.

Pesawat Air France dengan nomor penerbangan AF378 yang terbang dari Paris menuju Detroit dialihkan pendaratannya ke Montreal, Kanada, pada Rabu waktu setempat. Pengalihan dilakukan setelah otoritas perbatasan Amerika Serikat menerima informasi bahwa salah satu penumpang baru melakukan perjalanan dari wilayah yang sedang berada dalam pengawasan wabah Ebola.

Bacaan Lainnya

Otoritas U.S. Customs and Border Protection (CBP) menyatakan penumpang tersebut “tidak seharusnya diizinkan naik pesawat” berdasarkan aturan pembatasan perjalanan terbaru yang diterapkan Amerika Serikat.

Kebijakan itu diberlakukan menyusul meningkatnya kewaspadaan internasional terhadap wabah Ebola yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Afrika, termasuk Democratic Republic of the Congo (DRC), Uganda, dan Sudan Selatan.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi bahwa penumpang tersebut positif terinfeksi Ebola. Pihak berwenang menegaskan pengalihan penerbangan dilakukan sebagai langkah pencegahan dan prosedur keselamatan kesehatan internasional.

Menurut laporan media internasional, tidak terjadi kondisi darurat medis di dalam pesawat selama penerbangan berlangsung. Seluruh penumpang disebut tetap berada dalam pengawasan otoritas kesehatan setempat setelah pesawat mendarat di Montreal.

Air France belum memberikan rincian lengkap terkait bagaimana penumpang tersebut dapat lolos dari proses pemeriksaan awal sebelum keberangkatan.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sebelumnya telah meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran virus Ebola strain Bundibugyo yang tengah dipantau di kawasan Afrika Tengah dan Timur.

Amerika Serikat diketahui mulai menerapkan pembatasan masuk serta pemeriksaan kesehatan tambahan terhadap pelancong dari negara-negara tertentu sejak pertengahan Mei 2026.

Kasus pengalihan penerbangan ini kembali menyoroti ketatnya protokol kesehatan global dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit lintas negara melalui jalur penerbangan internasional.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *