Senin, 3 Oktober 2022

Versi Charta Politika, Elektabilitas Ganjar Libas Prabowo dan Anies

JAKARTA — Berbagai lembaga survei seolah-olah tengah berlomba untuk merebut kepercayaan masyarakat luas dengan merilis hasil survei terkait pemilu, pilkada maupun Pilpres. Senin (13/6/2022), giliran Charta Politika Indonesia yang merilis hasil surveinya terkait tingkat keterpilihan atau elektabilitas Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres).

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, mengungkapkan tingkat keterpilihan atau elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo paling tinggi dibanding dua Capres lainnya; Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Dalam simulasi tiga calon presiden, Ganjar unggul sekitar 10 persen dari Prabowo yang berada di posisi kedua. “Ketika kami simulasikan tiga nama, Ganjar Pranowo ada di angka 36,5 persen. Pak Prabowo di peringkat kedua dengan 26,7 persen,” jelas Yunarto.

“Adapun (Gubernur DKI Jakarta) Anies Baswedan 24,9 persen. Jadi, jaraknya (Ganjar-Prabowo) melonjak hampir 10 persen di angka 9,8 persen, dengan persentase tidak tahu dan tidak menjawab sebesar 11,9 persen,” tambah konsultan pencitraan sekaligus pengamat politik terkemuka itu.

Sebelum melakukan simulasi tiga nama, Charta Politika Indonesia telah melakukan simulasi pemilihan presiden dengan sepuluh nama. Ganjar Pranowo menempati urutan pertama dengan elektabilitas sebesar 31,2 persen, Prabowo Subianto sebesar 23,4 persen, dan Anies Baswedan sebesar 20,0 persen.

Menyusul di posisi keempat terdapat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan elektabilitas sebesar 4,6 persen serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan elektabilitas 3,6 persen yang menempati posisi kelima.

Baca Juga :  Pengerjaan Proyek Sirkuit Formula E Jangan Sampai Bermasalah

“Ada sebuah pengerucutan. Ada perilaku dan preferensi pemilih yang semakin menguat pada tiga nama yang dianggap sebagai papan atas,” tutur Yunarto.

Lembaga Charta Politika juga menguji terkait kemantapan pilihan dari para responden untuk melihat tingkat kemungkinan seorang pemilih mengubah pilihan mereka apabila calon lain menawarkan program yang lebih menarik.

Dari 31,2 persen responden yang merupakan pemilih Ganjar Pranowo, tutur Yunarto, sebesar 68,4 persen menyatakan kemantapan mereka untuk memilih Ganjar, sedangkan 29,4 persen lainnya mengatakan masih mungkin berubah, dan 2,1 persen lainnya mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Lebih lanjut, dari 23,4 persen responden yang memilih Prabowo Subianto, sebesar 46,3 persen menyatakan kemantapan mereka, 49,1 persen menyatakan masih mungkin berubah, dan 4,6 persen mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Di sisi lain, dari 20 persen responden yang memilih Anies Baswedan, sebesar 54,6 persen menyatakan sudah mantap, 42,1 persen menyatakan masih mungkin berubah, dan 7,1 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

“Yang tingkat kemantapannya masih di bawah 60 persen, ini biasanya yang disebut dengan potensi terjadinya swing voters atau pemilih yang masih bisa berpindah ketika lawan memberikan tawaran yang lebih menarik,” imbuh Yunarto. (DED/**)

Latest news

Baca Juga :  Sering Difitnah, Presiden Jokowi dan Keluarganya Tak Pernah Gunakan UU ITE

LPPI Berharap Presiden Jokowi Tunjuk Jenderal Dudung Jadi Panglima TNI

JAKARTA – Dalam waktu dekat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menunjuk kembali satu dari tiga kepala staf angkatan untuk mengisi posisi Panglima TNI setelah Jendral...

Suap Auditor BPK, Bupati Bogor Dipenjara 4 Tahun

BANDUNG -- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung - Jawa Barat menjatuhkan vonis selama 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta...

TNI dan Wartawan Bersinergi Cegah Hoaks

Surabaya -- Penyebaran informasi berita bohong atau hoaks sering kali menimbulkan keresahan. Untuk itu masyarakat perlu diingatkan agar memanfaatkan media sosial secara positif dan...

Pendukung Anies Tebar Tabloid, Walikota Malang Tolak Kampanye di Masjid

MALANG -- Aksi pembagian serta penyebarluasan sebuah tabloid berita tentang kesuksesan Gubernur DKI Anies Baswedan di Masjid Al Amin, Jalan Pelabuhan Tanjung Perak-Kota Malang,...

Selesai Sudah Perjalanan Jenderal Sambo di Polri

JAKARTA - Selesai sudah karier cemerlang Inspektur Jenderal Pol Ferdy Sambo di Korps Bhayangkara setelah majelis Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menolak pernohonan...
- Advertisement -

Related news

Muhaimin Ingin Dampingi Puan, Prabowo Malah Terbahak-Bahak

JAKARTA – Entah apa yang terjadi pada diri Muhaimain Iskandar saat bertemu dengan Ketua DPP Bidang Polhukam PDI Perjuangan Puan Maharani di Jakarta pada Minggu...

Kemenhan dan TNI Diguyur Tambahan Anggaran Triliunan Rupiah

JAKARTA –DPR RI melalui Komisi I yang membidangi masalah pertahanan keamanan nasional memberikan persetujuan tambahan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)...

Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Minta Gubernur Papua Kooperatif

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan sikap tidak kooperatif Gubernur Papua Lukas Enembe yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada...

Pemkab Bogor Akan Bangun Tempat Pembuangan Sampah di Jasinga

CIBINONG –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor selama ini mengirimkan sampah yang dipungut dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here