Kabarindo24jam.com | JAKARTA BARAT–Tokoh masyarakat Jakarta Barat, Wardiman, menyambut baik kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hj. Happy Djarot, dalam kegiatan silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat di Kecamatan Kebon Jeruk dan Kecamatan Kalideres pada 30–31 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog antara masyarakat dan perwakilan daerah di tingkat nasional. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, sektor kesehatan, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wardiman menilai kehadiran Senator Hj. Happy Djarot secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk mendengar dan memahami kebutuhan warga di lapangan.
“Kami mengapresiasi kehadiran Ibu Senator Happy Djarot yang turun langsung menemui masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa aspirasi warga Kebon Jeruk dan Kalideres mendapat perhatian.
Sinergi antara masyarakat dan wakil daerah seperti ini sangat penting untuk mendorong pembangunan yang lebih baik,” ujar Wardiman.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar berbagai program pemerintah dapat semakin menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Hj. Happy Djarot menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi warga sebagai bagian dari tugas dan amanah konstitusional DPD RI.
Kegiatan ini turut dihadiri para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Kebon Jeruk Sirojul beserta jajaran, Ketua FKDM Kelurahan Duri Kepa Geboy beserta jajaran, serta sejumlah tokoh lainnya, di antaranya Nurdin, mantan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tambora, dan Rustam, mantan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Taman Sari.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Wardiman berharap komunikasi antara DPD RI, tokoh masyarakat, dan warga dapat terus terjalin sehingga setiap kebijakan yang lahir benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
(Wrdn/*)







