Kabarindo24jam.com | Cibinong – Konflik antara pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor dengan puluhan Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga memunculkan ‘mosi tak percaya’ terhadap kepengurusan KONI yang dipimpin Dedi Ade Bachtiar beberapa hari lalu. Akibatnya, Dedi pun mengundurkan diri dari jabatan ketua.
Meskipun kubu Dedie mempersoalkan keabsahan administrasi sejumlah Pengcab olahraga, namun Dedi Bachtiar berbesar hati menyerahkan tampuk kepemimpinan KONI kepada wakilnya, Yani Hasan, untuk menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua sampai adanya ketua terpilih hasil Musyawarah Olahraga Daerah Luar Biasa (Musordalub) Kabupaten Bogor dalam waktu dekat.
Konflik ini pun mengundang kekhawatiran sejumlah kalangan masyarakat, khususnya para pemerhati dan insan yang peduli dengan dunia olahraga Bumi Tegar Beriman. Terlebih ajang Pekan Olahraga Daerah XV Jawa Barat (Porda Jabar) 2026 tinggal beberapa bulan lagi digelar. Muncul kecemasan, akibat konflik ini target prestasi terbaik di Porda Jabar nanti tak akan tercapai.
Menurut Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Olahraga Bogor Raya, Coky Pasaribu, konflik internal KONI dengan Pengcab Olahraga ini sudah hampir pasti akan mengganggu persiapan atlet dan teknis seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga di Porda XV Jabar. Sebab pelaksanaan event bergengsi tersebut tinggal beberapa bulan lagi.
Oleh karena itu, Coky berharap pada KONI Jabar dan khususnya Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk ikut berperan membantu penyelesaian konflik KONI – Pengcab Olahraga, khususnya agar penyelenggaraan Musordalub dipercepat, sehingga dalam satu dua bulan kedepan sudah ada kepengurusan baru definitif.
“Pasti akan mengganggu persiapan teknis maupun non teknis menuju ke Porda Jabar. Makanya, kita berharap KONI Jabar dan Pak Bupati Rudy Susmanto dapat berperan aktif untuk memfasilitasi penyelenggaraan Musorkab secepatnya. Sebab peran Plt Ketua KONI tidak akan maksimal untuk mengoptimalkan persiapan kontingen Kabupaten Bogor ke Porda,” kata Coky dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Menurut Coky, peran KONI Jabar dalam penyelesaian konflik ini adalah membantu Plt Ketua atau Caretaker KONI Kabupaten Bogor secara teknis dan waktu dalam menyiapkan penyelenggaraan Musordalub. Sementara Bupati Rudy Susmanto membantu dalam hal kelancaran anggaran pelaksanaan Musordalub melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Jadi KONI Jabar dan Pak Bupati bukan mengintevernsi, melainkan untuk membantu percepatan penyelenggaraan Musordalub sekaligus melancarkan persiapan kontingen Kabupaten Bogor agar pada ajang Porda Jabar nanti dapat meraih hasil maksimal atau prestasi terbaik, yaitu juara umum Porda XV,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dedi Ade Bachtiar akhirnya secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor periode 2023-2027. Selanjutnya, berdasarkan rapat pleno pengurus pada Selasa (14/4/2026), Dedi menunjuk Yani Hasan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI sampai dengan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Luar Biasa.
“Berdasarkan rapat pleno pengurus, Pak Yani Hasan kami tunjuk sebagai Plt Ketua KONI Kabupaten Bogor sampai dengan pelaksanaan Musorkab Luar Biasa dengan alasan demi kelancaran dan fungsinya,” kata Dedi Bachtiar dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (16/4/2026).
Diketahui, saat ini Yani Hasan menjabat Ketua Harian KONI Kabupaten Bogor. Pensiunan ASN Pemkab Bogor ini pernah menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Kepala Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Bogor.
“Rapat pleno dihadiri Penasehat, Ketua Harian, Sekretaris Umum, Komisi Kerjasana dan Hubungan Antar Lembaga, Bidang Hukum, dan Bidang Humas,” tutur Dedi yang sebelum pensiun dari ASN Pemkab Bogor pernah menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan. (Man)







