Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim menjadikan Proyek strategis nasional pengembangan perkeretaapian di Kota Bogor sebagai fokus bahasan saat bertemu Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, akhir pekan kemarin.
Adapun salah satu agenda utama dalam pembahasan tersebut, adalah kepastian pembangunan Stasiun Sukaresmi. Dedie menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sangat siap mendukung proyek itu, termasuk integrasi kawasan stasiun dengan pembangunan rumah susun.
“Kami membahas terkait Stasiun Sukaresmi, termasuk rencana pembangunan rumah susun yang terintegrasi dengan program perumahan dari pemerintah pusat. Pada prinsipnya kami siap mendukung, karena ini sudah cukup lama dan perlu ada kepastian,” ujar Dedie dalam keterangannya, (17/4/2026).
Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan akses menuju Stasiun Ciomas Rancamaya yang dinilai strategis bagi konektivitas wilayah selatan. Jalur tersebut diharapkan mendukung rencana perjalanan Bogor–Bandung sebagai alternatif baru bagi masyarakat.
Wali Kota Dedie menjelaskan bahwa pengembangan jaringan kereta di wilayah selatan Jawa Barat menjadi prioritas pemerintah pusat. Kehadiran Stasiun Ciomas Rancamaya dipandang penting untuk membuka akses transportasi yang lebih merata.
Ia juga melaporkan perkembangan kawasan Stasiun Batutulis yang masuk proyek strategis nasional. Pemerintah Kota Bogor disebut telah menuntaskan pembebasan lahan dan proses lelang sudah berjalan di tingkat provinsi.
Menurut Dedie Rachim, tahap selanjutnya adalah sinkronisasi antara pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. “Langkah itu dibutuhkan agar seluruh rencana pengembangan perkeretaapian di Kota Bogor dapat segera direalisasikan,” imbuh Wali Kota Dedie. (Man/*)







