Kabarindo24jam.com | Cibinong -Dinamika politik di Kabupaten Bogor dalam beberapa bulan terakhir semakin menunjukkan intensitas yang tinggi, khususnya terkait konsolidasi internal partai. Dalam konteks tersebut, salah satu figur yang mencuat dan dinilai memiliki kapasitas komprehensif untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor adalah KH Achmad Yaudin (AY) Sogir.
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir memiliki rekam jejak yang tidak hanya kuat dalam aspek politik formal, tetapi juga dalam dimensi sosial-keagamaan.
Dalam perspektif akademik dan sosiologis, kombinasi peran sebagai ulama, politisi, dan aktivis menjadikannya sebagai figur bridging leadership, yakni pemimpin yang mampu menjembatani berbagai kepentingan sosial secara inklusif.
Kehadirannya yang dekat dengan kalangan ulama, santri, akademisi, serta komunitas aktivis memperlihatkan kapasitasnya dalam membangun jejaring sosial yang luas. Hal ini menjadi modal sosial (social capital) yang sangat penting dalam memperkuat struktur dan konsolidasi partai di tingkat akar rumput.
Terkait dengan kemunculan namanya sebagai satu kandidat kuat pemimpin PKB Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai ideologis PKB sebagai partai berbasis keumatan yang mengedepankan pelayanan publik dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Menurutnya, PKB adalah partai yang memiliki irisan historis dan kultural yang kuat dengan basis kiai dan santri, serta kini berkembang menjangkau kalangan milenial dan generasi produktif. Sehingga kepercayaan publik yang telah diberikan kepada PKB harus dijaga melalui kerja nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar hadir dalam momentum elektoral lima tahunan.
“Jika saya diberi amanah untuk menakhodai DPC PKB Kabupaten Bogor, maka orientasi utama kepemimpinan adalah pelayanan tanpa sekat, kehadiran nyata di tengah masyarakat, serta kemampuan menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial,” kata Sogir dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Dia menekankan bahwa kekuatan elektoral dan kultural PKB terletak pada konsistensi dalam membangun relasi dengan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan.
Ia menambahkan, PKB telah menunjukkan capaian signifikan dengan mampu mengisi seluruh daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Bogor. Ini bukan hanya indikator kekuatan politik, tetapi juga refleksi dari tingkat kepercayaan publik yang tinggi.
Oleh karena itu, komitmen kami adalah melayani umat secara berkelanjutan, memperjuangkan aspirasi rakyat dalam kerangka kebijakan publik, serta menghadirkan solusi yang berkeadilan sosial dan berorientasi pada kesejahteraan bersama,” ucap politisi sekaligus pendakwah yang semasa mudanya dikenal sebagai aktivis kemahasiswaan.
Selama ini, Sogir dikenal aktif melakukan roadshow ke 40 kecamatan di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari pendekatan participatory governance, yakni model kepemimpinan yang menekankan keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan.
Melalui kegiatan tersebut, ia secara konsisten menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan, khususnya dalam bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah.
Tidak hanya itu, perannya dalam bidang dakwah juga menunjukkan integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan praksis politik. Ia aktif mengisi pengajian di berbagai wilayah, menjadi narasumber di instansi pemerintahan, serta turut membangun narasi keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Sebagai informasi, Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Bogor yang digelar di Bigland Hotel, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, pada Sabtu (4/4/2026) lalu, muncul enam nama kandidat Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor.
Keenam nama tersebut, adalah Edwin Sumarga (incumbent), Didin Abdullah Ghozali, Nurodin (Sekretaris DPC Kabupaten Bogor), Lukmanudin Ar Rasyid, Siti Mahnin, dan Ahmad Yaudin Sogir.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor Nurodin mengatakan, selanjutnya enam nama yang sudah ditetapkan akan menjalani proses dan tahapan seleksi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), mulai dari pemberkasan, uji kompetensi hingga wawancara. “Prosesnya bisa memakan waktu satu bulan lebih sejak pelaksanaan muscab,” terang Nurodin yang juga anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Selain pemilihan calon ketua, agenda muscab ini juga membahas beberapa hal, seperti evaluasi kinerja DPC dalam setahun, hingga persiapan Pemilu 2029. Nurodin menyampaikan, untuk pemilu 2029, PKB memiliki target untuk bisa menambah kursi di legislatif Kabupaten Bogor. “Raihan kursi kita meningkat dari pemilu 2019 yang hanya dua kursi menjadi enam kursi di 2024,” ucapnya. (Cok)







